Saya selalu suka jendela, karena mengalirkan udara, memendarkan cahaya, dan membentangkan sesuatu yang luas di sebelah sana..
Saya suka jendela, karena ada banyak pintu tertutup dalam hidup saya, tapi Tuhan membukakan daun-daun jendela yang sering tidak saya duga..
Memandang di tepi jendela..adalah bentuk rasa syukur sekaligus optimisme akan hidup yang indah..
akan kasihNya yang tak pernah dan tak akan meninggalkan saya...

Selamat datang ya di blog yang isinya macem-macem ini. Sebagian adalah dokumentasi apa yang pernah dan sedang saya lakukan, sebagai pekerja seni-pertunjukan, sebagai pekerja media radio dan televisi, sebagai teman diskusi di kelas, juga teman cerita remaja.read more

FIRST STEP Public Speaking Club & Courses

May 19
Filed in Info & Uneg-uneg

flyer-21.jpg

flyer-11.jpg

Mewawancarai Presiden SBY

Apr 5

wawancara-1-b.jpg

Kemarin saya mendapat kepercayaan mewakili JOGJA TV untuk mewawancarai Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Perasaan saya campur aduk, tapi saya harus fokus mempersiapkan segala sesuatunya.

Saya bersama mbak Uni Lubis (Anteve), mas Karanaiya Dharmasaputra (Vivanews.com), dan mas Octo Lampito (Kedaulatan Rakyat) mendapatkan kesempatan mewawancarai Pak SBY dalam wawancara pertama setelah beliau kembali dari London untuk mengikuti pertemuan G-20. Tema perbincangan ini adalah Mengatasi Krisis Ekonomi.

Jangan tanya perasaan saya deh, pasti saya nggak bisa jawab karena rasanya campur-campur :) Yang jelas saya lega karena rekaman berlangsung dengan sangat lancar, dan Pak SBY sangat santai sepanjang persiapan hingga usainya wawancara. Beliau juga lah yang mengajak kami semua foto-foto bersama (tahu aja sih pak kalau kami udah pengiiiiin banget …hehe….)

Terimakasih untuk Bapak Prabukusumo, Bapak Oka Kusumayudha dan seluruh tim JOGJA TV atas kepercayaan yang diberikan. Terimakasih mas Andi Mallarangeng, mbak Uti dari Sekretariat Presiden, mbak Uni Lubis dan seluruh tim Anteve. Juga untuk mas Angger yang sabar saya tanya-tanyain :), maturnuwun sanget. Nggak lupa juga terimakasih untuk Bang Abror (fotografer Presiden) atas foto-fotonya yang boleh saya minta.

Silahkan nonton hasil rekamannya ya di ANTEVE, Minggu 5 April 2009 jam 18.00-19.00 WIB.

bersama-bapak-ibu-2-a.jpgsby-jogja-tv-1.jpgsalaman-1-a.jpgsalaman-2-a.jpg

Darat, Sungai, Udara…Welcome to Sukamara (3)

Dec 18
Filed in Aktivitas Lain

 speed-1a.jpg

Inilah suasana yang terekam dari  kegiatan pelatihan Pengembangan Diri dan Keprotokolan di Sukamara. Terimakasih untuk Pak Bambang Cahyono yang bersama saya memberikan materi ini khususnya mengenai Keprotokolan (yang kadang bertindak sebagai fotografer juga :)). Pengalaman Pak Bambang di Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta selama kepemimpinan 5 Presiden Indonesia tentu sangat bermanfaat dalam pelatihan ini.

pelatihan-8a.jpgpelatihan-5a.jpg

Terimakasih yang setulusnya juga untuk Ibu Agustina Kaspinor, Ibu Arliyah, seluruh Panitia, Penasehat dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sukamara, yang telah menjadikan rangkaian acara pelatihan ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi saya.

pelatihan-1a.jpgpelatihan-3a.jpgsesi-foto-1a.jpgsesi-foto-2a.jpg

Hmmm…saya masih terbayang-bayang lontong opor untuk sarapan, sayur asem dengan kepala ikan, dan kepiting yang lezat …juga kerupuk ikan dan amplang yang khas.

lontong-opor-1a.jpglontong-opor-2a.jpgpantai-kubu-1a.jpgpantai-kubu-2a.jpg

Oya, terimakasih juga untuk mas Anto, yang nyetir melesat bagai angin, demi membuat penumpang nggak terlalu “sengsara” karena jalan yang luar biasa rusak. Terimakasih untuk lagu-lagu jadulnya di mobil yang bikin kita bisa nyanyi-nyanyi dan menikmati perjalanan bak berkuda ini :)

jalan-jelek-3a.jpgjalan-jelek-4a.jpg

(Eh tapi begitu masuk ke Kabupaten Sukamara, jalanan halus mulus lho. Kabupaten yang baru berumur 6 tahun ini memang sedang pesat membangun. Semangat jajaran Pemkab dan warganya layak diapresiasi). 

jalan-halusa.jpg

Perjalanan ke Kalimantan menghadirkan segala rasa, ada syukur, senang, haru, juga trenyuh. Melihat sebagian masyarakat memanfaatkan sungai untuk mandi, gosok gigi, minum bersamaan dengan dibuangnya apa saja di sungai yang sama, membuat saya sedih.

Hmmm…biarpun mereka dikenalkan dengan budaya hidup sehat, tapi kalau akar permasalahannya nggak diatasi, semuanya akan sia-sia. Kemiskinan menyangkut tidak adanya akses pendidikan dan pekerjaan yang layak. Dan ini nggak cuma ada di Kalimantan, melainkan di seluruh penjuru negeri kita tercinta.

Kalau hati tak terketuk juga melihat sekitar kita, terbuat dari apa hati kita ini?

sungai-1a.jpg

Darat, Sungai, Udara….Welcome to Sukamara (2)

Dec 6
Filed in Jalan-jalan

Perjalanan saya ke Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah menyisakan kenangan yang tak terlupakan, terutama saat menyusuri Sungai Arut dan Lamandau dengan speed. 
 sukamara-6-a.jpgsukamara-1-a.jpg
Speed yang berkapasitas 6 orang ini merupakan kendaraan yang umum dipakai oleh masyarakat setempat. Daripada lewat jalur darat yang bisa memakan waktu 5-6 jam lebih lama, maka perjalanan melalui sungai ini adalah alternatif yang banyak dipilih. 

Pertama kali agak kaget juga dengan cara si pengemudi membawa kami melaju dengan speed ini. Terkesan ngebut dan agak ugal-ugalan. Tapi rupanya begitulah speed ini dikemudikan. 

Dengan kecepatan sekitar 40-60 km/jam, si pengemudi harus sigap meliuk-liukkan speednya menghindari patahan kayu-kayu yang mengapung atau menyiasati gelombang akibat berpapasan dengan speed lainnya.
 Si asisten kadang harus melompat ke moncong speed untuk melihat kondisi sungai, atau meloncat ke ekornya untuk melihat ada tidaknya sampah yang menghambat baling-baling.
 sukamara-5-a.jpg

Rasanya susah bernafas karena kencangnya hembusan angin dari depan. Dan hempasan-hempasan speed saat gelombang datang sungguh bikin saya merasa menjadi seorang racer sejati…hehe…
  sukamara-2-a.jpg

Setelah 10 menit pertama, saya mulai terbiasa dengan kondisi ini. Saya mulai bisa menikmati sungai nan lebar ini dengan tepiannya yang berupa hutan tropis nan elok. Saya bukan orang yang senang berpetualang di hutan, tapi melihat dari jauh rimbunnya pepohonan sungguh bikin saya merasa melihat kekayaan negeri kita yang luar biasa.
  

 sukamara-3-a.jpg

Makin sore pemandangan makin indah. Selain saya melihat atraksi monyet-monyet bergelantungan di pepohonan, saya juga asik melihat beberapa burung enggang melintas di atas kami. Ditengah suara gemuruh mesin speed, saya bisa merasakan damai yang dipersembahkan alam ini, tak terlukiskan.

Lebih takjub lagi saat langit berhias semburat jingga. Sinar matahari keemasan memantul di air. Saya serasa terbang. Tak terasa lagi hempasan angin dan air, saya justru merasa seolah alam terdiam.  sukamara-4-a.jpg
Terimakasih Tuhan, atas keindahan tiada tara…terimakasih atas indera dan hati  yang mampu menikmatinya…

Darat, Sungai, Udara….Welcome to Sukamara (1)

Dec 1
Filed in Jalan-jalan

Saya sedang berada di Kabupaten Sukamara, perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Kali ini atas undangan Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sukamara untuk memberikan pelatihan Pengembangan Diri, Etiket dan Keprotokolan.

Pesawat dari Semarang membawa saya ke Pangkalan Bun, setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan speed menyusuri sungai selama 1,5 jam, dan perjalanan darat 1,5 jam lagi menyusuri jalan yang penuh lobang dan gelombang :)

Susah menggambarkan perasaan saya selama menikmati perjalanan hebat ini. Ada rasa trenyuh melihat kondisi yang kadang nampak menyedihkan, ada kelegaan melihat lebatnya hutan di sepanjang tepian sungai, ada rasa takjub menyaksikan kawanan burung Enggang dalam kerjapan jingga sinar mentari menjelang senja melintas di atas sungai Arut.

Yang jelas, saya melihat ketangguhan mereka yang berusaha menaklukkan sekaligus berteman dengan alam. Sebagian mungkin merusaknya, sadar atau tidak.

Yang lebih jelas lagi, apapun kondisinya, saya kok makin cinta Indonesia ya. Dan bertekad berbuat lebih baik lagi, sekecil apapun, untuk negri tercinta ini.

Foto-foto dan cerita lainnya menyusul ya… 

Hanya Untukmu

Nov 8
Filed in Lagu Dasyat

composed by Ten To Five


 (Ada satu masa di tahun lalu….saya sangat sangat sangat seneng dengerin lagu ini. Sampai suatu ketika saya kaget, waktu seseorang yang duduk di samping saya dalam mobil, nanya :
“Lagi jatuh cinta ya? Kok diulang mulu sih lagunya?”
Saya langsung bilang “Nggaaaaaak, cuma seneng aja. Dengerin tuh gitarnya bagus, liriknya oke, melodinya menghanyutkan.”
Dia cuma tersenyum, dan saya memalingkan muka seperti ketahuan bohong. Kenapa?
Karena…dia betul, saya lagi jatuh cinta…. :)
Dan yang lebih parah lagi….
saya jatuh cinta sama dia….hahahaha….

Meski rasa itu sekarang entah terbang kemana…
meski kebersamaan itu nggak lagi jadi mimpi berdua…
saya bersyukur telah merasakannya…
saya merasa berhak menikmatinya…
dan saya rela melepaskannya pada saatnya…

tapi lagu ini tetap tak tergantikan saat saya jatuh cinta (lagi)…hihihi..

dari Catatan Harian seorang perempuan bernama Raya, untuk Micky, Filo, Antares dan mereka yang pernah ada di hatinya )


 Mau sambil nyanyi? Klik disini : YouTube Hanya Untukmu

j0356605.gif
Inikah rasanya bilaku sedang jatuh cinta…
Setiap hela nafasku bahagia…

Mengenal hatimu hadirkan indahnya dunia…
Kau bawa irama cinta di jiwa…

 Semua yang kumau hanyalah dirimu … satu …
Kaulah jawaban semua doa

Semua yang kurasa rindu dalam asa … didekap cinta …
Hatiku untukmu

 Haruskah diriku bertanya pada bintang - bintang
Pastaskah ku mengharap cintanya

 Semua yang kumau hanyalah dirimu … satu …
Kaulah pelita di dalam jiwa

 Semua yang kurasa rindu dalam asa … di dekap cinta …
Hatiku untukmu

 Hanyalah untukmu

Flek flek flek

Nov 3
Filed in Tips Sehat

 “Anak-anakku, keponakan-keponakanku, anak tetanggaku, sering panas, tidak batuk. Waktu periksa ke dokter anak, tanpa periksa lab, tidak ronsen paru, kok semua diobati 6 bulan? Apa dengan gejala-gejala yg begitu sudah pasti flek?”

j0408925.jpg

Itulah salah satu pertanyaan melalui sms yang dikirimkan ke acara Dokter Kita Jogja TV malam ini (02/11/08). Temanya adalah TBC Anak, bersama dua dokter Spesialis Anak dari RS Dr. Sardjito Yogyakarta, yaitu dr Amalia Setyati, SpA dan dr Rina Triasih, SpA. Puluhan sms dan telpon yang masuk menunjukkan betapa informasi tentang TBC Anak ini sangat dibutuhkan.

Uniknya, kita semua sering menyebut TBC ini dengan istilah ”flek”. Entah ini bentuk ”penghalusan” karena sejak dulu menderita TBC dianggap memalukan, atau hanyalah istilah yang ringkas dan mudah diucapkan.Tapi yang jelas istilah ”flek” itu berasal dari adanya bercak/flek putih yang muncul dalam pemeriksaan rontgen paru penderita TBC.

 Menarik banget berbincang-bincang dengan kedua dokter cantik ini. Sayang waktunya sangat terbatas. Semoga lain waktu bisa diteruskan lagi, karena saya rasa penjelasan ini sangat bermanfaat.

 Beberapa hal menarik dan penting yang bisa saya catat adalah :

  • TBC adalah penyakit yang tidak menurun, tapi ditularkan dengan sangat mudah melalui udara. Namun perlu dicatat bahwa anak yang menderita TBC tidak menularkannya, kecuali penderita TBC tipe tertentu saja, yang jumlahnya tidak banyak. Maka sudah pasti bahwa penularan itu dari orang dewasa penderita TBC yang punya intensitas pertemuan dengan anak yang kemudian tertular tersebut.

  • Gejala-gejalanya pada anak-anak nggak spesifik, justru batuk bukanlah gejala utama. Biasanya anak tersebut mengalami demam (meski nggak tinggi, cuma ”semlenget” atau anget-anget aja) yang muncul dan hilang begitu saja. Gejala lainnya adalah nafsu makan berkurang, berat badan tetap atau tidak naik selama 3 bulan berturut-turut, atau bahkan turun terus, serta adanya kelenjar getah bening di leher yang membesar.

  • Meski ada gejala-gejala tersebut, masih diperlukan lagi pemeriksaan lainnya untuk dapat menegakkan diagnosis TBC. Pemeriksaan lain yang diperlukan antara lain adalah foto rontgen paru, dan test Mantoux (dibaca ” mantu”) yaitu test melalui kulit. (Pada TBC Dewasa, pemeriksaan dahak juga diperlukan).

  • Naaah, saya balik lagi ke pertanyaan sms di atas, anak-anak yang punya gejala seperti di atas, tanpa pemeriksaan lebih lanjut kok langsung ”divonis” kena TBC dan diberi pengobatan yang berlangsung 6 bulan? Dokter Amalia dan dokter Rina dengan simpatik mengajak kita semua untuk nggak sungkan bertanya kepada dokter kalau ada kejadian semacam ini, karena pasien serta keluarga berhak mendapat penjelasan atas treatment pengobatan yang dijalani. Tentu saja nggak tepat kalau tanpa pemeriksaan lanjutan kok dokter langsung menyimpulkan seseorang terkena TBC dan memberikan pengobatan seperti di atas.

  • Perlu banget untuk membuat supaya ruang tidur anak-anak dan seluruh sudut rumah mendapatkan aliran udara dan cahaya matahari yang cukup. Soalnya kuman TBC mati kalau terkena sinar ultra violet. Kalau ruangan lembab, maka kuman TBC dapat hidup dan bertahan berminggu-minggu di sana. Hiiiiii….

  • Yang tak kalah penting adalah mencari sumber penularan. Seperti dinyatakan tadi, penularan bukan antar anak-anak (jadi nggak perlu menghindari anak-anak yang sudah positif kena TBC). Orang dewasa di sekitar anak-anak itulah yang harus diperiksa, entah itu pengasuh, sopir, guru, dan tentu kita orang tua, tante, om, kakak-kakak dll. Dengan menemukan sumbernya, dan mengobatinya, maka diharapkan nggak akan ada lagi penularan ke sekitarnya.

  • Sangat perlu mengubah stigma masyarakat tentang penderita TBC. TBC bukan penyakit yang memalukan, dan BISA DIOBATI. Kalau penderita merasa malu mengakui penyakitnya, sehingga nggak ada yang tahu dan akhirnya juga nggak berobat, maka bisa dibayangkan penularan yang akan terjadi. Per tahun, penderita yang tidak diobati akan dapat menularkan TBC kepada 15-20 orang! Banyak kan…

  • Gimana mencegahnya? Imunisasi jangan lupa, dan makanan bergizi harus dikonsumsi anak-anak supaya daya tahan tubuh mereka cukup kuat. Kebayang kan betapa susah mencegah kuman itu beredar di sekitar kita, yang tinggal di negeri dengan penduduk yang padat ini? Maka kita harus lindungi anak-anak dengan daya tahan yang prima. Berikan juga lingkungan yang sehat untuk mereka, misalnya jangan sampai terpapar polusi dan rokok. Kalau bapak atau ibunya perokok, maka saluran nafas si anak yang menjadi perokok pasif ini akan ringkih sehingga kuman apapun -termasuk TBC- mudah masuk. Setuju ya Bapak-bapak Ibu ibuuuuuuuuuuu….? :)

I’m baaaaaack…..

Nov 1
Filed in Info & Uneg-uneg

Teman-teman….

maaf..maaf…dan maaf…
begitu lama saya menutup semua jendela…
ada masalah teknis yang membuat saya nggak bisa masuk ke “rumah” saya sendiri….
semoga nggak terjadi lagi…

val12.gif

terimakasih untuk yang masih setia nengok-nengok ke “rumah” saya ini…
meski tahu saya nggak ada alias tak berpenghuni…
maaf kalau komentar-komentar jadi numpuk di buku tamu yang berdebu…
hari ini jendela saya buka lagi satu persatu…

friends.gif

semoga angin menyegarkan “rumah” ini lagi…
cahaya menerangi sudut sudutnya kembali…

 

smile2.gif

Untuk Gugun

Sep 15
Filed in Info & Uneg-uneg

Gugun…
Maafkan aku…
untuk airmata yang tumpah saat mendengar berita sakitmu…

untuk penyesalan karena jarangnya kesempatan menyapamu…

untuk ketidakhadiranku menyaksikan pernikahanmu tahun lalu…

untuk…, …untuk…, …untuk…
Maafkan aku karena begitu banyak yang aku sesali,
saat aku tahu tak bisa berbuat banyak lagi,
apalagi memutar waktu untuk kembali. 

Gugun…
terimakasih telah menganggapku sebagai kakak…
Meski setelah lulus kuliah, setelah berpisah, badan dan hati kita berjarak…
Namun tak sepenuhnya kita tak bersapa…
karena kadang kita dipertemukan tanpa sengaja…
 

Gun…
ingin kubisikkan lagi semua kenangan itu, kamu dengerin ya…
Kamu mengedip saja kalau semua terasa berat dan melelahkan…
Tapi kalau itu pun tak sanggup kau lakukan…
jangan paksakan…
Biarkan lelah selama ini kau gantikan dengan lelap…
Biarkan hiruk pikuk selama ini kau genapi dengan senyap…

***

Gugun Gondrong, saya kenal saat sama-sama kuliah di Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Dia masuk jurusah Sejarah dua tahun setelah saya menjadi mahasiswa Sastra Prancis. Kegiatan ilmiah maupun diskusi santai di kantin, berjalan bersama di boulevard menuju halte bus atau saat mampir di rumah saya di Taman Siswa, penuh dengan canda dan tawa khasnya. Cintanya pada Bapak-Ibu Sukobagyo, dan adik tersayang Lulu, selalu mewarnai cerita-ceritanya.
Gun, kadang malu juga lho jalan sama kamu saat kamu teriak-teriak gitu sambil cekakakan. Tapi yaaaaa kata temanku, begitulah lulusan PL Jakarta, lepas dan bebas berekspresi… 

Lama tak saling berkabar setelah lulus kuliah, tapi saya ikuti perkembangan aktivitasnya. Ketemu lagi tahun 2004 saat saya promosi buku saya ”Bisik-bisik Remaja” di Jakarta, dan berkesempatan mampir di rumahnya yang penuh foto-foto aktivitasnya selama ini. Gugun membantu memperkenalkan buku saya kepada teman-teman wartawan di Jakarta.
Thanks Gun…Kamu tuh narsis sekali…hehehe…tapi narsis kamu bermanfaat banget
. 

Akhir tahun lalu saya kaget sekaligus bahagia mendapat sms darinya, mengabarkan akan segera menikah dan mau kirim undangan ke Jogja. Sayang saya tidak bisa hadir menyaksikan kebahagiaan adik saya ini. Saya hanya bisa sampaikan undangan untuknya dan istri tercinta, untuk berbulan madu di Jogja juga, kota yang saya yakin memberinya banyak kenangan indah.
I’m very happy for you Gun, akhirnya menikah juga
…. :)  

Maka tersentaklah hati saya mendengar kabar dia koma, menangislah saya ditengah bayangan-bayangan kebersamaan dulu yang tiba-tiba begitu jelas di mata saya. Dan…saya tak bisa berucap lagi…
Gun…kamu ada dalam doa-doaku..
.     

The Best Superhero in The World

Sep 4

Setelah saya memuat puisi “Untuk Yang Jauh Di Sana” beberapa waktu lalu, begitu banyak teman yang mengirim cerita tentang rasa rindu dan cinta pada orang tua, baik melalui email, sms, maupun komentar di artikel tersebut. Terimakasih sekali sudah mau berbagi rasa dengan saya. 

Ada artikel indah yang dikirim beberapa teman yang ingin saya tampilkan di sini. Semoga makin membuat kita mensyukuri hidup ini, karena memiliki orang tua yang telah memberikan segalanya.
Terimakasih Mahmilan dan teman-teman…mohon ijin saya muat di sini ya…

Waktu kamu berumuran 1 tahun..
dia menyuapi dan memandikanmu …
sebagai balasannya … kau menangis sepanjang malam.

Waktu kamu berumur 2 tahun..
dia mengajarimu bagaimana cara berjalan ..
sebagai balasannya …. kamu kabur waktu dia memanggilmu.

Waktu kamu berumur 3 tahun
dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang ..
sebagai balasannya ….. kamu buang piring berisi makananmu ke lantai.

Waktu kamu berumur 4 tahun…
dia memberimu pensil warna …
sebagai balasannya .. kamu corat coret tembok rumah dan meja makan.

Waktu kamu berumur 5 tahun
dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..
sebagai balasannya … kamu memakainya bermain di kubangan lumpur.

Waktu berumur 6 tahun…
dia mengantarmu pergi ke sekolah …
sebagaibalasannya … kamu berteriak “NGGAK MAU ..!”

Waktu berumur 7 tahun…
dia membelikanmu bola …
sebagai balasannya…kamu melemparkan bola ke jendela tetangga.

Waktu berumur 8 tahun…
dia memberimu es krim …
sebagai balasannya…kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu.

Waktu kamu berumur 9 tahun
dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu…
sebagai balasannya …. kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar.

Waktu kamu berumur 10 tahun…
dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun …
sebagai balasannya … kamu melompatkeluar
mobil tanpa memberi salam.

Waktu kamu berumur 11 tahun…
dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop …
sebagai balasannya … kamu minta dia duduk di barisan lain.

Waktu kamu berumur 12 tahun…
dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa …
sebagai balasannya …. kamu tunggu sampai dia keluar rumah.

Waktu kamu berumur 13 tahun
dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya…
sebagai balasannya.. kamu bilang dia tidak tahu mode.

Waktu kamu berumur 14 tahun…
dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan …
sebagai balasannya …. kamu nggak pernah menelponnya
.

Waktu kamu berumur 15 tahun…
pulang kerja dia ingin memelukmu …
sebagai balasannya … kamu kunci pintu kamarmu.

Waktu kamu berumur 16 tahun…
dia mengajari kamu mengemudi mobil …
sebagai balasannya …. kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa
mempedulikan kepentingannya.

Waktu kamu berumur 17 tahun…
dia sedang menunggu telpon yang penting …
sebagai balasannya …. kamu pakai telpon nonstop semalaman.

Waktu kamu berumur 18 tahun…
dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA…
sebagai balasannya …. kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi.

Waktu kamu berumur 19 tahun…
dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama…
sebagai balasannya… kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen.

Waktu kamu berumur 20 tahun…
dia bertanya “Darimana saja seharian ini?”…
sebagai balasannya … kamu menjawab “Ah,
cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang.”

Waktu kamu berumur 21 tahun…
dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu…
sebagai balasannya …. kamu bilang “Aku nggak mau seperti kamu.”

Waktu kamu berumur 22 tahun…
dia memelukmu dan haru waktu kamu lulusperguruan tinggi…
sebagai balasanmu … kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri.

 Waktu kamu berumur 23 tahun…
dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu…
sebagai balasannya … kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu.

 Waktu kamu berumur 24 tahun…
dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanytentang rencana di masa depan…
sebagai balasannya … kamu mengeluh”Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu.”

 Waktu kamu berumur 25 tahun…
dia membantumu membiayai pernikahanmu…
sebagai balasannya … kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

 Waktu kamu berumur 30 tahun…
dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu…
sebagai balasannya …. kamu katakan “Sekarang jamannya sudah beda.”

 Waktu kamu berumur 40 tahun…
dia menelponmu untuk memberitahu pesta salahsatu saudara dekatmu…
sebagai balasannya… kamu jawab “Aku sibuk sekali,nggak ada waktu.”


Waktu kamu berumur 50 tahun…
dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu…
sebagai balasannya… kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya.

dan hingga SUATU HARI…
dia meninggal dengan tenang…
dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan …
dan itu menghantam HATIMU bagaikan pukulan godam

MAKA …
JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA …
BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN
LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI

JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA …
INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA
YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU