Petani Tangguh

j0406589.jpg

Beberapa waktu lalu saya diminta menjadi MC untuk acara Jumpa Pers KFC Goes To Organic. Ini adalah acara untuk memperkenalkan nasi dari beras organik yang sekarang menjadi hidangan di KFC.

Saya bersemangat banget untuk mengetahui keunggulan nasi dari beras organik ini. Lebih bersemangat lagi karena mendengar bahwa saat ini konsumsi bahan-bahan organik bukan lagi tren semata, melainkan sudah menjadi kebutuhan, seiring kesadaran masyarakat akan konsumsi makanan sehat yang makin meningkat.

Sejak hari itu sebetulnya saya pengin banget tahu lebih banyak tentang tanaman organik. Tapi belum juga ada kesempatan untuk ngobrol-ngobrol dengan petani dan mereka yang bergerak di bidang agrobisnis, apalagi lihat langsung area penanamannya.

Eeeeh.. nggak berapa lama kemudian, seorang teman, Fransiska, kirim sms cukup panjang. Ini nih uneg-unegnya :

Ternyata jadi petani organik itu susah banget. Panen tomat dan kacang ku gagal. Tanamanku yang mulai berbuah, in two nights diserang hama binatang, 60% lost. Buset, yang ganggu tuh banyak banget. Amazing apa yang petani kita gone throgh day to day to ensure panen.

Pelajaran yang aku petik :

1. Bertani organik itu susah.
Sebelumnya aku pikir apa susahnya sih jadi petani di Indonesia? Tinggal tanam, tumbuh, panen. Tapi ternyata nggak gampang. Banyak bener musuhnya, dari kutu, belalang, rayap, sampai burung.

2. Kalau petani kita gampang menyerah dan nggak tangguh, pasti pemakaian pestisida bisa makin banyak, karena hama sudah imun dengan dosis kecil. Bisa-bisa bumi ini tambah banyak racunnya.Hmmm…aku sekarang punya respek baru buat petani.

Saya melongo…betapa nggak pedulinya saya selama ini. Saya juga nggak pernah peduli kalau Fakultas Pertanian di semua Universitas kita ini makin sedikit peminatnya. Mungkin karena lulusannya dianggap nggak bergengsi? Entahlah. Tapi memang sejak kecil saya nggak pernah dengar ada teman yang menjawab ingin jadi petani atau sarjana pertanian kalau ditanya apa cita-citanya kelak (termasuk saya juga dhing).

Hmmm…apa ya yang bisa kita lakukan untuk para petani kita?


Ada 6 komentar : “Petani Tangguh”

  1. salah satu permasalahan sekarang…
    apakah generasi muda masih mau menjadi petani, mengembangan lahan, bukannya berduyun-duyun bekerja ke kota ?
    siapa penerus petani-petani yang tangguh ?

  2. mungkin lahan yg makin dikit jadi minatnya juga berkurang?

  3. utk jadi Petani Tangguh tak segampang jadi Pejantan Tangguh. mari kita dukung para petani. tolong petugas birokrasi untuk menyediakan options “PETANI” pada lembar formulir data penduduk agar petani juga bangga kalau pekerjaannya ditulis di KTP.

  4. Secara budaya harus ditumbuhkan rasa bangga dulu ya. Katanya negara kita agraris, kok nggak ada yang isian di KTP nya petani sih?

    Tapi susah juga mau bangga kalau hidupnya nelangsa terus..

    Mas Edy, memang bener ya lahannya makin sedikit. Dan kita selalu bangga dengan makin banyaknya bangunan, perumahan, jalanan, semua yang menghapus ladang pertanian dengan cepat. Jalan bisa dibuat layang, rumah bisa dibuat susun, lha sawah gimana hayooo…

  5. orangtuaku juga petani mba..ni lagi panen jagung, kemarin habis panen melon hehehe, msh banyak kendala sih, jadi pemasaran hanya lokal setempat aja..
    jadi ingat kiriman artikel dari temen di Australi, petani di sana lebih sukses melebih level top manajer (jd jauh banget ya bedanya ma petani kita)..haloo temen2 pertanian, sapa yg mo uji coba penerapan teknologi pertanian hingga pengolahan bahan makanan, yuk maju bareng, kerjasama diterima dengan tangan terbuka..hotel, restoran, supermarket yang butuh produk pertanian hehehe..siaaaap grak!!! MERDEKA!!!…lop u Indonesia…..

  6. Menurutku masalahnya terletak pola pikir yang tidak mandiri…
    Why? yang saya ketahui dunia ini hanya proses untuk saling mempengaruhi… dampak “penghargaan sosial”, dalam reward yang berlebihan karena termakan paham kapitalisme, yang sebenarnya jauh dari pancasilaisme, yang sekarang notabene malah dirundung keyakinan untuk mengatasi kapitalisme dengan sosialisme, yang membawa kiblat, sebenernya malah merusakkan paham pancasila itu sendiri….. Aku menyadari, bahwa pancasila adalah paham terbaik bagi negeri ini.

    Siapa bilang jadi petani itu lebih rendah daripada jadi programer komputer, yang notabene lebih digandrungi anak -anak muda!!! why? karena mereka tertipu pemasar .. teknologi tersebut… Mereka tidak pernah ingin menyimak bagaimana petani yang benar-benar menguasai bidang pertanian, BERTANI…. WOw!!! omzet sebulan 1 T, itu cukup terbilang kecil…. Yang penting sekarang adalah terletak siapa pembeli dan siapa penjual dan siapa yang mau dibohongi!!!! selamat BERJUANG………..

Komentar