The Best Superhero in The World

Setelah saya memuat puisi “Untuk Yang Jauh Di Sana” beberapa waktu lalu, begitu banyak teman yang mengirim cerita tentang rasa rindu dan cinta pada orang tua, baik melalui email, sms, maupun komentar di artikel tersebut. Terimakasih sekali sudah mau berbagi rasa dengan saya. 

Ada artikel indah yang dikirim beberapa teman yang ingin saya tampilkan di sini. Semoga makin membuat kita mensyukuri hidup ini, karena memiliki orang tua yang telah memberikan segalanya.
Terimakasih Mahmilan dan teman-teman…mohon ijin saya muat di sini ya…

Waktu kamu berumuran 1 tahun..
dia menyuapi dan memandikanmu …
sebagai balasannya … kau menangis sepanjang malam.

Waktu kamu berumur 2 tahun..
dia mengajarimu bagaimana cara berjalan ..
sebagai balasannya …. kamu kabur waktu dia memanggilmu.

Waktu kamu berumur 3 tahun
dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang ..
sebagai balasannya ….. kamu buang piring berisi makananmu ke lantai.

Waktu kamu berumur 4 tahun…
dia memberimu pensil warna …
sebagai balasannya .. kamu corat coret tembok rumah dan meja makan.

Waktu kamu berumur 5 tahun
dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..
sebagai balasannya … kamu memakainya bermain di kubangan lumpur.

Waktu berumur 6 tahun…
dia mengantarmu pergi ke sekolah …
sebagaibalasannya … kamu berteriak “NGGAK MAU ..!”

Waktu berumur 7 tahun…
dia membelikanmu bola …
sebagai balasannya…kamu melemparkan bola ke jendela tetangga.

Waktu berumur 8 tahun…
dia memberimu es krim …
sebagai balasannya…kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu.

Waktu kamu berumur 9 tahun
dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu…
sebagai balasannya …. kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar.

Waktu kamu berumur 10 tahun…
dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun …
sebagai balasannya … kamu melompatkeluar
mobil tanpa memberi salam.

Waktu kamu berumur 11 tahun…
dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop …
sebagai balasannya … kamu minta dia duduk di barisan lain.

Waktu kamu berumur 12 tahun…
dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa …
sebagai balasannya …. kamu tunggu sampai dia keluar rumah.

Waktu kamu berumur 13 tahun
dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya…
sebagai balasannya.. kamu bilang dia tidak tahu mode.

Waktu kamu berumur 14 tahun…
dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan …
sebagai balasannya …. kamu nggak pernah menelponnya
.

Waktu kamu berumur 15 tahun…
pulang kerja dia ingin memelukmu …
sebagai balasannya … kamu kunci pintu kamarmu.

Waktu kamu berumur 16 tahun…
dia mengajari kamu mengemudi mobil …
sebagai balasannya …. kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa
mempedulikan kepentingannya.

Waktu kamu berumur 17 tahun…
dia sedang menunggu telpon yang penting …
sebagai balasannya …. kamu pakai telpon nonstop semalaman.

Waktu kamu berumur 18 tahun…
dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA…
sebagai balasannya …. kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi.

Waktu kamu berumur 19 tahun…
dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama…
sebagai balasannya… kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen.

Waktu kamu berumur 20 tahun…
dia bertanya “Darimana saja seharian ini?”…
sebagai balasannya … kamu menjawab “Ah,
cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang.”

Waktu kamu berumur 21 tahun…
dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu…
sebagai balasannya …. kamu bilang “Aku nggak mau seperti kamu.”

Waktu kamu berumur 22 tahun…
dia memelukmu dan haru waktu kamu lulusperguruan tinggi…
sebagai balasanmu … kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri.

 Waktu kamu berumur 23 tahun…
dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu…
sebagai balasannya … kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu.

 Waktu kamu berumur 24 tahun…
dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanytentang rencana di masa depan…
sebagai balasannya … kamu mengeluh”Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu.”

 Waktu kamu berumur 25 tahun…
dia membantumu membiayai pernikahanmu…
sebagai balasannya … kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

 Waktu kamu berumur 30 tahun…
dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu…
sebagai balasannya …. kamu katakan “Sekarang jamannya sudah beda.”

 Waktu kamu berumur 40 tahun…
dia menelponmu untuk memberitahu pesta salahsatu saudara dekatmu…
sebagai balasannya… kamu jawab “Aku sibuk sekali,nggak ada waktu.”


Waktu kamu berumur 50 tahun…
dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu…
sebagai balasannya… kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya.

dan hingga SUATU HARI…
dia meninggal dengan tenang…
dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan …
dan itu menghantam HATIMU bagaikan pukulan godam

MAKA …
JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA …
BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN
LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI

JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA …
INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA
YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU

Ada 18 komentar : “The Best Superhero in The World”

  1. thanks for the very nice birthday greeting…”Like water in a river, u can’t touch the time twice, coz the flow that has passed will never pass again. Enjoy every moment…” Thanks again Nin…miss u…Eh iya, aku udah emberin tentang nindajogja ini ke Putu di US…biar dia mampir juga…

  2. Hai Rury…yes yes yes…kita harus nikmati every single moment…good or bad.. :) Selamat ulang tahun lagi ya…hehe…

    Salam untuk Putu ya, coat yang dia kasih ke aku bener-bener membantu saat musim dingin di B’ham. Aku berterimakasih sekali.

    Aku tunggu tulisan2 kamu ya Rur…pasti indah :)

  3. Mother’s gonna keep you right here under her wing.
    She wont let you fly, but she might let you sing.
    Mama will keep baby cozy and warm.
    Mama wont let anyone dirty get through.
    Mama’s gonna wait up until you get in.
    Mama will always find out where you’ve been.
    Mama’s gonna keep baby healthy and clean.

  4. Makasih Ben. Manis sekali..

  5. aduh mba Ninda…pagi2 aku sudah nagnis baca ini…aku punya anak umur 6 s/d 14 tahun, ada semua di atas…benar seperti itu…aku nyaris 40..benar juga…aku seorang Ibu dan seorang Anak…thanks sudah mengingatkan bahwa ada orang-orang yang sangat penting membuat kita seperti saat ini: Bapak & Ibu.

  6. Mbak Wilis, sama-sama, terimakasih juga untuk tulisan-tulisannya yang inspiratif.

    Salam untuk Mas Arif dan anak-anak.

  7. mbak NINDA,

    apa kabar ? mohon ijin file ini saya forward keteman teman,,,lama ya kita tidak ketemu,
    kalau saya sering lihat mbak Ninda,,,,,di TV,,

  8. Monggo silahkan Bu DYAH…

    Semoga kita ketemu Minggu besok di JEC ya Bu, di acaranya Pak Thomas dan Bu Diana :)

    Salam untuk teman-teman dan keluarga.

  9. Waktu kamu berumur 25 tahun…
    dia membantumu membiayai pernikahanmu…
    sebagai balasannya … kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

    Jd ingat sama emak dan bapak di Jawa yang berjarak puluhan ribu kilometer di sana.

  10. Semoga teknologi bisa mendekatkan jarak…
    Semoga cinta dan rindunya hati bisa mempertemukan yang terserak…

  11. mohon ijin mampir
    aku bukan siapa-siapa, artinya saudara bukan famili pun bukan.
    hanya orang yang singgah sejenak untuk meneruskan perjalanan.
    terima kasih atas suguhan keindahan yang luar biasa pada persinggahan ini.
    dan kalau ada tersedia waktu, singgahlah ke tempat kami (sonyssk.wordpress.com)

  12. Yang ini bikin NaNDa nangis, tak tambahin ya mba : ngabur lewat jendela saat jam tidur siang, berantem ama temen ampe nyokap dipanggil wali kelas, sama satu lagi yang ampe sekarang penyesalan itu rasanya gak akan pernah tertebus, saat aku dimarahi nyokap karena suatu kesalahan yang tidak kusengaja aku mengatakan kalau aku tidak pernah minta dilahirkan buat apa dimarahi terus, ketika aku menatap wajah nyokap yang terperengah kaget, saat itu penyesalan itu datang dan ampe sekarang wajah nyokap waktu itu masih membayang, berhati-hatilah dengan kata2 karena apa yang telah terucap tak mungkin ditelan kembali, meski telah minta maaf dan ampun penyesalan itu masih membekas. Ngerasa durhaka bgt. LHo KoK MaLaH JaDi NGaKu DoSa SaMa MBa NiNDa??

  13. Hi mba ninda, ini kali kedua aku nulis di blog mba ninda…..
    Baca puisi “Untuk Yang Jauh Di Sana” jadi sedih n mengingatkan aku thd almarhumah Mama ku. Tgl 16 oktober kemarin Mama ku meninggal.Mungkin Tuhan sudah menakdirkan aku akhirnya menjadi Yatim Piatu, umur 9 tahun aku ditinggalkan Papa tercinta n umur 28 tahun ini gantian Mama tercinta yang di panggil Tuhan.Sedih, apalagi aku belum bisa mewujudkan keinginan Mama untuk menyelesaikan S2 ku, padahal tinggal tesis doang……….Semoga Tuhan memberi tempat yang terbaik buat Alm. Mama……….
    Salam Sukses ya mba ninda….
    Jaga Kesehatan, kesehatan ternyata harganya sangat mahal sekali…..

  14. Nanda, makasih banyak atas sharingya…
    Sangat menyentuh…

  15. Mas Sony, terimakasih banyak sudah mampir. Saya akan mampir juga kesana nanti.Sukses ya

  16. Ilham, saya sangat ngerti perasaan sedih itu. Saya juga ditinggal Ibu saat masih 5 tahun, dan Bapak meninggal saat saya masih menulis skripsi. Mirip ya cerita kita.

    Tapi tahu nggak? Tuhan itu luar biasa dalam menghapus kesedihan, dan Ia memberi jalan bagi kita untuk mewujudkan keinginan orang tua dan membalas jasa mereka melalui orang-orang disekitar kita.

    Saya juga merasakan Tuhan mengirim orang-orang yang luar biasa membantu saya untuk mewujudkan semua itu.

    So, jangan berhenti di sini, terus berkarya, terus mengembangkan diri ya.

  17. Untung aku bacanya baru skrg ketika perasaan sedih banget ditinggal ibu tidak lagi terlalu menguasai diriku. Makasih mb. Ninda, artikelnya bagus banget, paling nggak aku masih punya satu orangtua jd masih ada kesempatan untuk menunjukkan kasih seorang anak.

  18. Antik, semoga selalu diberi kekuatan untuk menjalani peran sebagai anak, sebagai istri, sebagai ibu, dan sebagai perempuan istimewa bagi banyak orang. Thanks ya udah mampir ke sini…

Komentar