Bisik-bisik Remaja
Buku BISIK-BISIK REMAJA adalah semacam transkrip acara talkshow mingguan berjudul sama yang disiarkan di Radio Geronimo FM Jogja sejak tahun 1997.
Ide pembuatan buku ini sebetulnya sudah cukup lama, tapi baru terbit 8 Maret 2004. Begitu banyak energi tercurah selama proses pembuatannya. Sejak mengumpulkan semua rekaman siaran, transkrip-mentah, editing, pemilihan topik, penentuan format, sampai dengan penawaran ke penerbit.
Saya ingat diskusi-diskusi yang terjadi sebelum acara itu on-air untuk pertama kalinya. Pihak Radio Geronimo (termasuk saya) dan pihak PKBI beberapa kali ketemu untuk membahas topik-topik dan format acara yang pas. Nah, saat menentukan nama acara, tiba-tiba terlintas ide di kepala saya nama ”Bisik-bisik Remaja”. Cukup provokatif kan? Hehehe…Yaaa daripada namanya ”Problem Remaja”, atau ”Remaja dan Masalahnya,” kan kayaknya kurang ”mengundang”. Gitu lho alasan saya. Lagian, banyak banget rumpian remaja tentang masalah mereka sendiri, yang seringkali cuma dibisik-bisikkan, karena takut sama orang-tua atau guru, tapi akhirnya bisa berdampak serius.
Mas Sapto dan mas Sanny dari Geronimo setuju, dan nggak ada keberatan dari PKBI, maka resmilah nama ’ciptaan’ saya itu dipakai sebagai judul acara. Mas Sapto Raharjo kemudian membuat opening-tune yang unik dan juga ’provokatif’, dengan musik plus suara Ian Sofyan yang membisikkan ”bisik-bisik remaja” berulang-ulang. Hmmm…banyak yang masih ingat lho opening-tune ini sampai sekarang…
Acara talkshow mingguan itu sendiri mendapat respon yang bagus (pengantar buku oleh Direktur PT Radio Geronimo click). Sebagai penyiar acara tersebut selama beberapa tahun, saya merasakan betul bahwa acara ini banyak manfaatnya. Betapa sayangnya kalau topik-topik menarik itu hanya berlalu begitu saja tanpa didokumentasikan. Maka saya selalu menyimpan kaset-kaset rekamannya, meski nggak lengkap-lengkap banget.
Semakin lama kegelisahan saya muncul lagi, karena kalau hanya saya simpan dalam bentuk kaset, siapa yang akan memutar ulang dan mendengarkan lagi? Maka muncullah ide untuk mendokumentasikannya dalam bentuk buku, meski saat ide itu muncul sekitar tahun 2000, saya belum menemukan format yang pas.
Dukungan dari PKBI dan Geronimo pun saya dapatkan (terimakasih Mbak Nari, Direktur PKBI DIY waktu itu, dan mas Totok Direktur Radio Geronimo). Mereka hanya meminta saya -sebagai penggagasnya- harus menuntaskan ide ini sampai selesai. Cukup berat, karena menulis buku adalah bidang baru bagi saya. Tapi dengan dukungan moral ini saya merasa yakin bisa mewujudkannya. Saya sangat ingin segera menunjukkan pada dunia (duuuh segitu semangatnya) bahwa Radio Geronimo dan PKBI mempunyai program yang hebat dan bermanfaat bagi remaja.
Maka saya mulai men-transkrip apa yang ada dalam kaset-kaset rekaman itu. Terimakasih untuk Ikha, Anto, dan Eko yang ikut bantu sampai pusing. Karena memang nggak gampang menulis sambil mendengarkan kaset yang isinya diskusi itu.
Lebih susah lagi saat proses editing. Kali ini saya harus mengerjakannya sendiri, menghilangkan kata & kalimat yang nggak perlu atau diulang-ulang, atau justru menambahkan kata & kalimat yang diperlukan untuk memperjelas sesuatu. Memindahkan bahasa lisan ke bahasa tulisan benar-benar butuh ekstra energi.
Setelah proses itu selesai, saya minta supervisi dari mbak Nur Rokhmah, salah satu aktivis SAHAJA saat itu yang juga sering siaran di acara Bisik-bisik Remaja. Hal ini penting untuk menjaga kesesuaian penafsiran saya dengan misi SAHAJA-PKBI. Terimakasih Mbak Nur atas kesediaannya dan kesabarannya menjadi supervisor.
Terimamaksih juga untuk Pak Mahyudin dan teman-teman penerbit Adicita yang memberikan banyak masukan sekaligus membuatkan dummy buku ini.
Proses ini sempat terhenti karena saya melanjutkan sekolah di Inggris selama satu tahun. Sekembalinya dari sana saya merasa harus melunasi ’hutang’ untuk menerbitkan buku ini segera. Maka akhir 2003 saya ngebut menyelesaikannya dan justru saat itulah saya menemukan format yang pas. Saya beruntung ketemu dengan mas Janto yang membantu urusan lay-out dan sabar banget mewujudkan keinginan saya, mbak Iput yang menciptakan karikatur lucu-lucu itu, dan mas Doddy dengan foto-foto dan disain cover yang nge-jreng…
Terimakasih juga untuk mas Yulius dan keluarga besar Galang Press yang sangat kooperatif dalam penerbitan buku ini. Perjalanan road show ke berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai bagian dari promosi sungguh berkesan bagi saya. Maturnuwun juga untuk pak Johan dan Mas Arif dari Togamas yang nggak capek-capeknya men-support roadshow ke berbagai sekolah dan radio ini.
Kepada GKR Hemas, mas Koentjoro, mbak Budi Wahyuni, mas Wijayanto, mbak Ira Paramastri, pak Sumardijanto, mas Dibyo, serta para pakar di setiap kota yang mengisi acara diskusi, terimakasih. Acara di setiap sekolah dan radio jadi meriah dan bermakna. (click roadshow report)
Nggak lupa terimakasih banget buat teman-teman penyiar lain yang menggantikan saya kalau lagi berhalangan. Juga teman-teman mantan aktivis SAHAJA yang jadi narasumber dalam buku seri-1 ini. Mas Toto, mbak Alissa, mbak Iput, mbak Nur, mbak Dawie, mbak Desti, mas Anto, dan mbak Ayun. Banyak nama lain yang belum tersebut, saya minta maaf untuk itu, tapi setulus hati saya ingin mengucapkan terimakasih atas bentuk keperdulian pada remaja ini.
Berbagai tanggapan setelah terbitnya buku ini juga sangat membuat saya berbesar hati. Begitu banyak email, surat, faksimili, maupun tanggapan langsung yang saya terima. Bahkan ada yang mengirimkan hasil analisa buku ini sebagai bagian dari tugas kuliah. Aam Muharam, terimakasih sekali. Maturnuwun juga untuk Prof. Koentjoro atas segala masukan dan dukungannya, sampai buku ini dijadikan bahan analisa para mahasiswanya (betul-betul saya merasa terhormat dan terharu).
Terlalu muluk rasanya kalau saya bilang semoga kepedulian ini terus menggelinding sehingga menggandeng semua pihak untuk memikirkan dan mengupayakan munculnya generasi muda Indonesia yang lebih berkualitas. Tapi saya adalah orang yang percaya bahwa hal-hal kecil menyumbang kemunculan hal-hal besar. Jadi, yuk kita terus menyumbangkan apa yang kita bisa dan kita punya, sekecil apapun itu, untuk remaja.