Perjalanan saya ke Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah menyisakan kenangan yang tak terlupakan, terutama saat menyusuri Sungai Arut dan Lamandau dengan speed. 
 sukamara-6-a.jpgsukamara-1-a.jpg
Speed yang berkapasitas 6 orang ini merupakan kendaraan yang umum dipakai oleh masyarakat setempat. Daripada lewat jalur darat yang bisa memakan waktu 5-6 jam lebih lama, maka perjalanan melalui sungai ini adalah alternatif yang banyak dipilih. 

Pertama kali agak kaget juga dengan cara si pengemudi membawa kami melaju dengan speed ini. Terkesan ngebut dan agak ugal-ugalan. Tapi rupanya begitulah speed ini dikemudikan. 

Dengan kecepatan sekitar 40-60 km/jam, si pengemudi harus sigap meliuk-liukkan speednya menghindari patahan kayu-kayu yang mengapung atau menyiasati gelombang akibat berpapasan dengan speed lainnya.
 Si asisten kadang harus melompat ke moncong speed untuk melihat kondisi sungai, atau meloncat ke ekornya untuk melihat ada tidaknya sampah yang menghambat baling-baling.
 sukamara-5-a.jpg

Rasanya susah bernafas karena kencangnya hembusan angin dari depan. Dan hempasan-hempasan speed saat gelombang datang sungguh bikin saya merasa menjadi seorang racer sejati…hehe…
  sukamara-2-a.jpg

Setelah 10 menit pertama, saya mulai terbiasa dengan kondisi ini. Saya mulai bisa menikmati sungai nan lebar ini dengan tepiannya yang berupa hutan tropis nan elok. Saya bukan orang yang senang berpetualang di hutan, tapi melihat dari jauh rimbunnya pepohonan sungguh bikin saya merasa melihat kekayaan negeri kita yang luar biasa.
  

 sukamara-3-a.jpg

Makin sore pemandangan makin indah. Selain saya melihat atraksi monyet-monyet bergelantungan di pepohonan, saya juga asik melihat beberapa burung enggang melintas di atas kami. Ditengah suara gemuruh mesin speed, saya bisa merasakan damai yang dipersembahkan alam ini, tak terlukiskan.

Lebih takjub lagi saat langit berhias semburat jingga. Sinar matahari keemasan memantul di air. Saya serasa terbang. Tak terasa lagi hempasan angin dan air, saya justru merasa seolah alam terdiam.  sukamara-4-a.jpg
Terimakasih Tuhan, atas keindahan tiada tara…terimakasih atas indera dan hati  yang mampu menikmatinya…