Dokter Kita JOGJA TV

Salah satu program televisi yang saya bawakan adalah ”Dokter Kita” JOGJA TV, disiarkan tiap hari Minggu pukul 20.30-21.30. Program talkshow ini menghadirkan para dokter dari beberapa rumah sakit di Jogja dan sekitarnya secara bergantian. Pemirsa bisa berkonsultasi melalui telpon tentang topik yang dibicarakan, misalnya tentang ”demam pada anak”, ”osteoporosis”, ”glaukoma”, ”pembedahan teknologi mutakhir”, ”vaksinasi”, dll.

Dulu acara ini hanya dibawakan oleh mas Heru Nugroho, tapi 2 tahun belakangan saya diminta membantu menjadi co-host. Kadang ”dipaksa” nyanyi juga..hehe..

Asik. Betul, saya merasa asik membawakan acara ini. Selain karena kerjasama yang baik dengan mas Heru, formatnya cukup santai (ada selingan musiknya juga), plus saya bisa nambah wawasan tentang kesehatan dan ketemu dokter-dokter yang ahli di bidangnya.

Penelpon yang masuk cukup banyak di acara ini, yang bikin saya tambah semangat. Ada perasaan lega karena bisa menjadi bagian dari acara yang bermanfaat untuk masyarakat. Menurut saya, ini acara yang lokal abis. Maksudnya, betul-betul materi dan kebutuhan lokal. Masyarakat dibantu untuk mendapatkan informasi yang tepat tanpa harus telpon jauh-jauh ke stasiun televisi nasional yang menghadirkan dokter-dokter yang tempat prakteknya pun nun jauh di Jakarta sana.

Konsep talkshow interaktif yang sederhana, tapi cukup ampuh menjangkau sasaran lokal yang beragam. Salut untuk Mega Production dan tim Dokter Kita Jogja TV.

dokter-kita-4-a.jpg
bersama RS Dr Sardjito

rs-tni-au-a.jpg
bersama RS TNI AU

dongso-1-a.jpg
Dongso Band

dokter-kita-1-a.jpg
produser dan tim master control

 

 

Ada 41 komentar : “Dokter Kita JOGJA TV”

  1. Ingat sekali ……..waktu saya bawa sendiri acara “Dokter Kita” sampai 80 episoda rasanya pingin istirahat, jenuh, bosan …………….eh ditengah kejenuhan ……..hadirlah sosok Mb Ninda yang sudah sangat saya kenalsebagai partner yang sangat menyenangkan, cerdas, cantik, energik, kaya impromisasi dan juga mau menyayi he he he…… sehingga acara menjadi lebih hidup menarik dan tidak terasa kini memasuki episoda ke 173, dan narasumbernyapun menjadi lebih luas, baik rumah sakit yang ada di Yogya maupun sekitarnya dan sekali lagi terima kasih Mb Ninda kehadiranmu membuat masyarakat kini sadar betul pentingnya perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari hari.

  2. mbak foto2nya kurang gede ukurannya. tp aku kmarin groginya minta ampun….
    sukses slalu ya mbak….

    usul….
    mbak web nya dikasih fasilitas upload dari pengunjung donk, biar bisa ikut nulis2….

  3. Mas Amink…makasih banget ya udah mau foto sama saya..hehe.. Foto yang gede nanti khusus saya kirim ke master control, dipigura ;)
    Usulan dipertimbangkan….
    Salam untuk temen2 Master Control Jogja TV ya…Tim yang hebat banget…

  4. Mas Heru, makasih sekali.. sampai nggak bisa ngomong apa2 lagi nih..
    Mas Heru ini teman yang buaaiiik banget. Semoga pertemanan kita bisa berlangsung terus ya. Salam untuk mbak Anik, Mega, dan Hemsa. Harusnya bikin band keluarga tuh :)

  5. Sami sami mb Ninda…….terima kasih atas pujiannya, ….. tapi yang jelas setiap pujian tidak membuat saya lupa diri lho……. Insya Allah, dan yang jelas saya punya dua filosofi dalam hidup, berteman dan sangat sederhana yaitu : 1. Satu musuh terasa banyak, seribu kawan terasa kurang. 2. Kusayangi setiap teman seperti halnya saya menyayangi diri saya sendiri. Sederhana kan he he he ! sukses selalu untuk Mba Ninda

  6. wah, “julukan” saya kok membuat saya kurang nyaman ya..hehe..tapi nggak masalah..

    Masih membekas dalam ingatan saya ketika Pak Heru mengatakan bahwa acara Dokter Kita akan menambah seorang presenter yaitu Ninda Karisa ( waktu itu).

    Tanpa meragukan sedikitpun kapaitas seorang Ninda Nindiani yang jempolan, saya hanya berpikir bahwa mungkin acara Dokter Kita “hanya” akan sedikit berbeda karena kehadiran seorang presenter wanita, karena saya beraggapan acara ini cukup formal dan kehadiran Mbak Ninda mungkin hnaya akn merubahnya sedikit lebih rame.

    Tapi ternyata prediksi saya meleset jauh. Dengan kehadiran Mbak Ninda, acara Dokter Kita justru semakin hidup dan penuh warna, apalagi ditambah sumbangan vokalnya yang “renyah kemripik”. Benar-benar jauh berbeda, nggak kaku, nggak menegangkan, nggak ‘ngantuki’..hehe… Acara yang begitu bermanfaat bagi masyarakat sekaligus juga menghibur (meskipun sebelumnya memang sudah ada hiburan band nya), sarat akan informasi kesehatan yang wajib tonton dan sudah memberi kontribusi yang besar bagi masyarakat. Apalagi sekarang ditambah dengan sumbangan vokal Pak Heru yang tak kalah “gurihnya” dari vokal milik penyanyi Kris Biantoro sekalipun.

    Tidak ada kata yang tepat untuk mengapresiasikan semua itu selain, Salut untuk Mbak Ninda, Pak Heru, Teman-teman Studio dan Master Control, Mega Production, Dongso, Legend B dan semua pendukung acara yang lain, dan yang teristimewa adalah pemirsa JogjaTV khususnya acara Dokter Kita..
    Salam Indonesia !!

  7. Wah terimakasih banget mas Bagus, jadi gemuk tiba2 nih gara2 dipuji seperti itu…hehe….
    Nggak nggak nggak, saya rasa SEMUA yang terlibat saling memberi energi untuk membuat acara ini menjadi tayangan yang berkualitas. Ada hukum tarik-menarik atau law of attraction yang positif banget (pura2nya menerapkan buku The Secret dan Law of Attraction yang heboh banget itu lho….hehehe…).
    Selamat bertugas mas. Semoga selalu ‘gelisah’ untuk menghadirkan tayangan2 yang bermanfaat. Oya, kapan kita realisaikan diskusi tentang film? (mas Bagus ini penggemar film2 berkualitas jempolan lho) Salam untuk teman2 di Jogja TV. Salam Indonesia!!!!

  8. ..inget kedai yo..mbak Hartini…

  9. Haha iya, dulu jaman masih aktif di Radio Geronimo FM ada acara namanya Kedai 24 (eh masih ada ya sampai sekarang?). Talkshow mingguan dengan tamu dari berbagai kalangan plus musik oleh Geronimo Band. Disiarka tiap Kamis malam jam 22.00-24.00. Seru. Nanti deh saya coba ingat2 lagi dan akan saya tulis disini. Tungguin ya.

  10. Mb Ninda, mulai episoda besuk kita tayangkan E-Mail dokter kita ya, hal ini saya lakukan karena banyak penggemar yang nga bisa masuk interaktif dan buntutnya ….ada yang tlp kerumah ada yang melalui hp saya….mereka tau nomer saya dari operator Jogja TV, ….he he jadinya tambah kerjaan tambahan jadi fasilitator masalah kesehatan, tapi nga apalah demi KMS ( kartu menuju sorga) he he he
    alamat Email: dokterkita.jogjatv@yahoo.co.id.

  11. hehehe..mas Heru jadi Humas plus plus..
    thanks juga sudah mau diganggu Sonora utk interview live ya..
    Sukses utk Sardjito dan semoga tunggakannya segera dibayar oleh pemerintah..
    KMS = Kesehatan Melalui Sardjito..hehhe..

  12. thank’s banget atas kerja sama dengan Sonora yang baik selama ini, dan Mas Benny kita dapat memahami saudara kita yang kurang beruntung tentunya menjadi beban kita bersama dan betul Mas saya dan Mbak Ninda kompak jadi PR plus….plus …..plus ……he he, ya ….demi membantu menyelesaikan masyalah yg dihadapi saudara kita agar jadi plong gitu lho. he he. Sukses untuk Mas Beny dan Sonoranya yang sering mengganggu saya baik pas mau tidur atau pas OTW segala he he he

  13. maaf..maaf kalo ganggu Pak heru… tapi kan untuk informasi cepat dan akurat lgsg dari sumbernya bos…
    Thanks juga untuk talkshow tiap Sabtu jam 09.00-10.00 bersama RSUP Sardjito.. Maju terus..Sehat 2010

  14. Sukses selalu untuk Dokter Kita yang sungguh jadi totontan keluarga yang wajib diikuti dan dari acara tersebut menyadarkan diri saya pribadi khususnya dan keluarga pada umumnya bahwa selama ini dengan tidak sadar kami semua tidak care pada kesehatan diri, sehingga suatu saat harus mengeluarkan cost tidak sedikit untuk shooping hospital yang mestinya tidak perlu, Trims Dokter kita, …untuk mas Heru, Mba Ninda jujur saya kagum figur anda berdua yang begitu menguasai acara tersebut, sehingga kita sekeluarga dibawa memahami suatu tema dari kulit sampai dagingnya. Bravo Dokter Kita

  15. Acara yang sangat ilmiah, bertanggung jawab menarik untuk diikuti dan juga menghibur ada musiknya segala, kita jadi bisa santai dsambil diajak berpikir rasional dalam memahami suatu permasalahan yang ada dalam tubuh kita dan tentu saja solusi tepat mengatasinya. Usul acaranya seminggu 2 X biar menggeser acara jogja tv yang negatif, mistik, hedonistik yang jelas tidak mendidik .

  16. Makasih mbak/bu Susan dan mas/pak Bekti. Senang sekali kalau acara ini bener2 bermanfaat. Usulan saya teruskan kepada Jogja TV.

  17. Perkenalkan saya salah satu Tim Advokasi Kesehatan / RS di DIY. pendapat saya bahwa acara ini sungguh luar biasa. Bagaimana tidak ? Kita dibawa pada pemikiran yang ilmiah dan mendidik, serta menyegarkan karena ada suguhan band asli anak Jogja…. Sukses selalu untuk Dokter Kita.
    Tolong juga pesan untuk stasiun TV, hapuskan acara-acara irasional semacam pengobatan alternatif yang tidak mendidik, beralihlah pada acara-acara seperti Dokter Kita.
    Sukses selalu Dokter Kita…….

  18. Hi mbak Ninda n mas Heru.
    Congratulation atas suksesnya acara “Dokter Kita”. Tentunya acara ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sehingga dapat menyadarkan pentingnya menjaga agar tidak menjadi sakit. Mudah2-an acara ini berlangsung terus, dan mbak Ninda n mas Heru tetap sehat selalu dan awet enom….he..he… (dari dulu mbak Ninda kan muda terus n manis….. jamune opo mbak)
    Sukses selalu ya.

  19. mas Heru,

    wah,,,wah,,,saya mesti memberi komentar apa ya ? ternyata dengan membaca komentar penggemar acara Dokter Kita, saya bangga bahwa masyarakat semakin CERDAS memilih acara yang benar2 punya kualitas.
    Sukses Dokter Kita ( dgn mbak Ninda nya juga ), sukses Jogja TV. kedepan Jogja TV akan lebih punya karakter,,sebuah media informasi yang sangat JOGJA, dan jadi tontonan,hiburan, sumber informasi yang berkualitas bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya.
    He,,he,,ini yang numpang ke Blog mbak Ninda makin banyak,,,mas Heru, mas benni /Sonora,,juga saya…ibu Dyah…
    Sekali lagi sukses utk mas heru, juga mbak Ninda.
    mbak Ninda

  20. Pak Banu, dokter Nurfifi, dan bu Dyah..terimakasih sekali atas dukungannya. Dengan senang hati, silahkan kalau mau ‘numpang’, yang ditumpangi seneng sekali kok… :)
    Untuk dr Nurfifi, saya sudah nggak pernah lihat “mbok-jamu-gendhong” lewat depan rumah saya je…hehehe..Yaaa mungkin tergerus jaman…. Maturnuwun sanget sekali lagi atas atensinya..

  21. Saya sangat mendukung program acara dokter kita Jogja TV, karena merupakan media komunikasi medis antara dokter dan pasien secara langsung dan membantu menyelesaikan masalah medis tanpa masalah.Sukses selalu Andri JR - jp_jk@jogja.wasantara,net.id

  22. Pak Heru dan Kru Dokter Kita,
    Selamat atas suksesnya acara “Dokter Kita”, Semoga terus berjaya dan menampilkan informasi yang terus berkembang serta nara sumbernya yang berkualitas dan mengikuti perkembangan ilmu khususnya di bidang kedokteran, sehingga bermanfaat bagi masyarakat Jogja khususnya pemirsa Dokter Kita.
    Sekali-kali Tim “Dokter Kita” terjun langsung ke masyarakat dong untuk melakukan kegiatan sosial misalnya penyuluhan dan pemeriksaan gratis ke Posyandu Balita maupun Lansia yang ada di wilayah DIY sehingga semakin lebih dikenal masyarakat dan bermanfaat bagi sesama. He he he

  23. Mas Andri, makasih banyak…kayak iklan pegadaian ya…”menyelesaikan masalah tanpa masalah”..hehehe…

    Mbak Neni, sarannya bagus banget, saya teruskan ke mas Heru dan team. Makasih sekali ya

  24. Mb Ninda dan Mas Heru

    Saya salut bgt dg dokter kita…..acara itu tidak hanya menjadi tontotan, tetapi bahkan menjadi sebuah kebutuhan.

    Sebetulnya nggak usah pake tamupun mas heru sudah bisa merangkap menjadi narasumber. Apalagi kalo topiknya tentang seksualitas hehe…(maaf ya bos). Kalau lagi begitu, mbak ninda jadi terlihat tersipu - sipu…..(kasihan deh…mas heru emang achor yang “nakal” dan blak blakan). Dan sesudahnya, Mbak Ninda langsung berfungsi sebagai penetral suasana. Biar nggak bablas kali ya…haha…….

    Tapi yang pasti, pasangan ini sangat serasi. Saling mengisi dan melengkapi. Moga - moga gak pernah bakal jenuh, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat.

    Sukses ya…

  25. Hahaha….betul mbak…saya bagian nyetop atau membelokkan biar nggak bablas. Pokoknya stress berat wis kalau tema yang satu itu, mesti ‘waspada’ terus-terusan…hehehe….
    Matrnuwun mbak Indah…kapan2 saya ikut siaran radio lagi ya…. :)

  26. bak oase di tengah padang pasir…ayo kapan neh kru dokter kita ngadain acara di luar studio, roadshow mungkin ke 5 kabupaten/kota, ke pasar tradisional mungkin, atau oke juga tuh kerja sama bareng ibu-ibu PKK yang dikomandani bu Dyah pasti kueren tuh…kebangkitan nasional sekaligus momentum kebangkitan edukasi masalah kesehatan….

    kagem bu dyah, hehe, semoga yayasan yang dicita-citakan segera terwujud yah..mari tebarkan virus kebaikan….

  27. Setuju mba tutik, saya dan crew ” Dokter Kita ” tentunya siap road show dilima kabupaten dan kota. Tolong kami diberi ide kira-kira tentang materi tema road show biar benar-benar saya siapkan dan Trims atas attensi acara yang saya ampu bersama Mbak Ninda

  28. pak heru memang top markotop..hehehe, bgmn kalau ngobras bareng jurnalis dulu pak, saya jadi ingat kemarin sejak ada beberapa jurnalis senior meninggal secara berturut-turut, dan ternyata rata-rata memiliki kronologis yang sama. teman-teman pun tak jarang sadar betul kebiasaan buruknya, mulai pola makan amburadul, rokok, kopi kental, stress berat, pola tidur nggak teratur etc lah. saat pemeriksaan jurnalis2 Bantul beberapa waktu lalu, ternyata tidak ada yang bebas dari kolesterol tinggi, hehehe (hampir 100 persen loh pak) sy tahunya pas mereka cerita di kantor…paling ringan plus darah tinggi hehehe…(itupun yang baru sebulan jadi wartawan hahaha)…repot tenan….

  29. Mba Ninda kulo nuwun nderek ngobrol wonten kagunganipun ndalem. he he . Setuju banget mba Tutik kerja yang nga ritmik ancamannya ya penyakit Hyperkholesterol dan Hypertensi dan …..ini jangan disepelekan karena dari 2 sumber masalah tersebut diatas dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti jantung, stroke, DM, gagal ginjal etc ngeri kalau tau mbak dan. saya setuju banget silahkan temen jurnalis dikumpulkan saya akan bawa ahlinya kita sosialisasikan upaya preventifnya, biar temen temen jurnalis tetep eksis walau mengalami kerja yang aritmik dan stressor yang tinggi

  30. wah Tutik buka kartu… kalo wartawan ada yg kurang peduli kesehatan dan kebersihan..
    lha gimana, kalo di jalan banyak menghirup asap knalpot, kalo makan yg enak-enak [kalo jumpa pers di restoran hehe..], kejar tayang bikin stress.. udah gitu kalo lingkungan kerja gak sehat… ya komplitlah

    Pak Heru, gimana kalo jumpa darat road show dimulai di Pendopo ndalem Tejokusuman hehee..

    Mbak Indah Ardina…skrg siaran dimana? pindah po?

    Bu Dyah Suminar, mungkin bisa sinergi utk mengurangi angka gizi buruk nih..
    thanks

  31. Mbak Ninda nuwun sewu numpang ngobrol maleh ……he he . Mas Benny setuju banget dimulai di Sonora dan tolong buat surat ke Jogja TV untuk crew Dokter Kita bisa mengawali road show di pendopo Tejokusuman …..sorsawo he he , tema tentunya terkait kasus yang banyak dijumpai temen pers dan audiencenya juga temen pers. contoh : manajemen stress, upaya mencegah dan cara jitu menanggulanginya. atau yang lain terserah user. ini serius lho Mas saya bener-bener pingin sosialisasi upaya preventif biar semua orang tetep sehat jangan sakit dan dana yang ada tidak perlu untuk cost pembiayaan pengobatan tetapi buat menunjang kebutuhan primer keluarga lainnya.

  32. hehehe, mba ninda, saya idem ma pak heru..numpang ngobras…aduh mas ben, bukan aku yang buka kartu, kan dah kebuka sendiri..lah dah cetha wela-wela…hehehe, tapi ada perkecualian kok, mas beni kan orangnya care, baik hati, tidak sombong, suka nabung (hehe hyuk hoeks bareng)…ayo mas ben, tawaran pak heru disabet aja, mumpung beliaunya belum berubah pikiran…dukunganku full deh..pak heru, ke pasar-pasar juga oke loh, mknan dan lingkungan berjualan yang sehat..trus ibu-ibu PKK tuh, nyatanya di tempat bu dyah 1 persen gizi buruk, tapi bukan karena nggak punya duit, tapi nggak ngeh soal makanan gizi berimbang…aplg di saat harga sembako naik, bgmn bikin makanan, murah, enak, gizi terpenuhi…kali aja

  33. mbak Tutik..mas benni,,
    wah….ini namanya CUCUK…kita semua numpang mbak Ninda punya rumah.
    tapi yakin..kok ,mbak Ninda ikhlas dan senang2 saja,tapi sing diobrolkan yang penting2 saja lho.
    Bener….sekarang sepertinya mudah sekali kita kena kolestrol dan hipertensi…mungkin besok pak Heru, utk tema dokter kita yad,,khusus membahas Pola makan,,pola hidup…tidak sehat ( soalnya hampir semua perokok ),,untuk teman2 wartawan.
    Tapi jangan lupa ajak2 perokok lain untuk mengurangi rokok,,,termasuk ajak pak Herry..he..he.

    salam ,
    ibu dyah

  34. Matur nuwun masukan Bu Dyah , Insya Allah akan kami jadualkan tema pengaruh pola makan tidak sehat terhadap prevalensi hipertensi/kolesterol dll, Kagem Pak Herry…..sebenarnya warga kota Yogya nga ada yang miskin Pak dan tidak perlu diberi BLT karena dari pengamatan saya pada saat antri mengambil BLT, prosentase terbesar bapak-bapak sambil merokok,…asumsi tiap hari menghabiskan satu bungkus seharga Rp 10.000 berarti dalam satu bulan pengeluaran Rp 300.000 hanya untuk kulakan penyakit. Jadi jelas dong Pak herry masyarakat kota Jogja nga ada yang miskin

  35. RokoK VS NAPZA ………….Tak disadari rokok sebenarnya salah satu item dalam NAPZA, kita ingat kembali kepanjangan NAPZA ? =Narkotika, Alkhohol, Psikotropika dan Zat Adiktif. Dan rokok sendiri merupakan Zat yang Bersifat Adiktif atau menimbulkan ketergantungan atau ketagihan, hanya sayangnya……pemerintah tidak berani tegas terhadap masyalah rokok ini, padahal dampak rokok ini multi complicated , steuju pendapat saya?

  36. pemerintah tidak tegas…karena pajak dari rokok juga besar, dan perusahaan rokok menampung ribuan tenaga kerja …nah jadi repot kan kalo nutup pabrik rokok..
    lagian event2 gede sponsornya juga rokok..

    videotron juga dibayar oleh rokok..hehehe..

    yah..pemerintah baru mampu sebatas menghimbau akan bahaya rokok di kemasan maupun iklan, semuanya kembali ke kesadaran kita..

  37. bu Dyah ..diprogramkan di PKK..kampanye anti rokok…daripada buat beli rokok, mendingan buat beli makanan bergizi untuk anaknya..

    pak Heru.. snack itu juga mengandung zat aditif je..bikin ketagihan, apalagi yg ada tambahan MSG-nya …ini kan juga berbahaya untuk anak2 dan dewasa kan??

  38. Betul sekali mas Benny dari pada Rp 300 rb tiap bulan hanya dibakar (untuk rokok) lebih baik buat beli bahan makanan bergizi seperti telur, buah, tahu, tempe pasti kualitas kesehatan keluarga meningkat. Dan pesan buat para perokok bahwa dalam satu batang rokok terkandung 15 zat kimia berbahaya diantaranya yang saya ingat: Hydrogen Cyanida, Aceton, Arsenic, Methanol, butane, napthalen, Cadmium, Carbon Monoxida, Vinyl Chloride, Phenol Amonium, Dimethyl Samine, disamping Nikotin yang membuat Adiktif dan TAR yang mengandung zat karsinogenik yaitu yang merangsang terjadinya berbagai macam kasus kanker. dan perlu anda ketahui bahwa rokok di Indonesia kandungan TAR dan Nikotin tertinggi di dunia……..Timbul pertanyaan Mas Beny…….1. Adakah agenda tersendiri dari dunia Internasional terhadap masa depan Indonesia dengan model penjajahan baru dengan meracuni generasi muda dengan rokok? 2. Kalau kita pernah keluar negeri cobalah lebih peka dengan perilaku masyarakatnya yang jarang kita temui sedang merokok seperti di beberapa Negara tetangga seperti Singapura, malaysia, Korea, Jepang.

  39. yup pak Heru… kalo kita ke luar Indo…merokok itu sangat ketat aturannya.. kalo di Indo..ya gito deh.

    bbrp waktu lalu, saya ngobrol dgn pak Choirul {Kadinkes Kota Yk], ada indikasi bahwa ditengah2 kesulitan hidup ini, apa2 mahal…ternyata jumlah perokok meningkat..
    krn org stres lbh mudah lari ke rokok..
    selain itu skrg kaum wanita merokok pun sudah lazim dan it’s life style !

  40. mbk ninda foto2 kru dokter kita kurang banyak kususnya foto saya dunk…..hihihi pd banget, sukses ya mbk ninda.

  41. Waduh Kadek…kok malah jadi kamu yang ‘narsis’ gini..hehehe… Kapan2 saya upload lagi deh foto2nya, tenang aja. Sukses juga ya, dan salam untuk teman2 di Jogja TV. Salam Indonesia! :)

Komentar