June 21st, 2008 0leh Ninda Jogja Kategori:
Ninda Trainer
Atas undangan Aceh Partnership in Health (ApiH) saya berangkat ke Banda Aceh untuk memberikan materi workshop Public Speaking dan Media Relations bagi para staf, terapis, dan educator dari 3 LSM, yaitu Yayasan Pusat Pemberdayaan Penyandang Cacat Aceh (YP3CA), Yayasan Harapan Permata Hati Kita (Yakita), dan Medan-Aceh Partnership (MAP).
YP3CA melakukan pelayanan terapi bagi masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi, melibatkan para terapis berpendidikan akademis, dengan mengunjungi pasien, melayani di Puskesmas, mengadakan penyuluhan dan berbagai seminar.
Sementara Yakita mempunyai misi membantu remaja Aceh dalam meningkatkan kualitas hidup dengan cara mencegah dan mengupas permasalahan berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba dan isu terkait seperti HIV/AIDS, Kesehatan Reproduksi, TBC dll.
Adapun MAP didirikan pada masa tanggap-darurat pasca tsunami dalam rangka pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS. Kehadirannya masih sangat strategis sampai saat ini, dan selalu mengembangkan jejaring dengan berbagai pihak, baik itu institusi pemerintah, NGO asing maupun LSM lokal, lembaga masyarakat lainnya, dan media.
Karena misi dan program-program itu lah maka dirasakan perlunya peningkatan kemampuan berbicara dari para staf, terapis, dan educator yang menghadapi berbagai macam bentuk komunikasi dengan masyarakat. Maka diselenggarakanlah workshop Public Speaking dan Media Relations ini, 9-14 April 2008 yang lalu.
Suasana workshop sangat-sangat-sangat menyenangkan. Pesertanya antusias banget dari awal hingga akhir, penuh gelak tawa tapi serius mengerjakan berbagai latihan. Ada yang latihan memberikan penyuluhan, latihan presentasi, hingga latihan mengadakan jumpa pers dengan menghadirkan wartawan beneran.







Selama itu saya berkesempatan juga muter-muter Banda Aceh, mencicipi Ayam Tangkap (di Lampeuneruet), Mie Aceh (di rumah makan Razalie), dan Kopi Sanger (kedai kupi Taufik & Cik Yuke) yang khas dari cara pembuatannya sampai rasanya, serta mendokumentasikan keunikan-keunikan yang ada. Nggak ketinggalan, menyusuri keindahan pantai seperti Ujong Batee, dan menikmati turunnya senja di pantai Lhoknga.

kopi aceh yang suedaaaap

ayam tangkap komplit

Kubah Masjid Teuku Umar

Kapal PLTD Apung yang terdampar jauh ke daratan saat tsunami

Menjelang senja di Masjid Lhoknga

gerbang Masjid Raya Baiturrahman

di Masjid Raya Baiturrahman

keliling naik becak-kereta Bang Mahdi

Bersama Mbak Nur
Terimakasih mbak Nur Rokhmah Hidayati dari APiH dan semua teman-teman di Banda Aceh. Semoga ada kesempatan lagi untuk ketemu di sana, memenuhi keinginan jalan-jalan sampai ke Sabang yang nggak sempat kita lakukan. Kenangan indah ini pasti akan membawa saya kembali.
Kategori: Ninda Trainer
You’re most welcome Mbak ….
Yep, it was really a great trip, hopefully we can make it again next trip in Sabang … or Melbourne?
Miss you mbak, warm greeting from Serambi Mekkah!
Love,
NR
Ahoooiii…………..saya membayangkan bagaimana cuantiknya kakakku ini kalau pakai kerudung…hik, kapan-kapan kalo pas ke New-Tran (ben dikiro deket New Dehli), pakai dong kerudungnya…..yeah.
Kamu memang serba bisa, ketahuilah bahwa sebenarnya Tuhan punya skenario besar tentang diri kita, kalau kita mau memahami dan bersabar atas segala sesuatu yang terjadi atas kita …… bravo selamat ketemu lagi, salam
Waaaah terimakasih mas Parfi atas segala support dan doa untuk saya selama ini.
Maaf Sabtu lalu nggak bisa datang ke New-Tran, padahal tadinya sudah berencana pakai kerudung lho
Salam kangen untuk seluruh keluarga.
Wah selamat buat sahabatku Cut Nindiani dengan penampilan barunya..hehehe…
Hehehe…masak baru sih?