Dokumentasi Setengah Tahun (4) Konser Jophilo di Bali

Tanggal 10 Maret 2008 yang lalu saya diminta menjadi pembawa acara dan ikut serta dalam rombongan Jogja Philharmonic Orchestra (Jophilo) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta untuk tampil dalam salah satu acara Forum E-9 Ministerial Review Meeting di Nusadua Bali. Acara ini adalah pertemuan para delegasi 9 negara yang membicarakan masalah pendidikan yang tentu diharapkan akan memberikan kontribusi positif bagi ke-9 negara peserta.

mc-5.jpgmc-01a.jpgmc-4-a.jpg

Nah, di malam ramah tamah sebelum acara pembukaan dilangsungkan, Jophilo dan para penari dari ISI mempersembahkan sebuah suguhan seni yang indah yang diberi judul Roro Jonggrang Ballet. Inilah gabungan antara musik orkestra dan tari yang unik serta menarik.

pentas-1a.jpg

pentas-2a.jpg

Komposisi Roro Jonggrang diciptakan oleh IGN Wiryawan Budhiana yang terdiri dari 6 bagian. Masing-masing bagian mengiringi atau diilustrasikan dalam gerak tari yang menggambarkan sekuel-sekuel penting dalam cerita cinta nan tragis antara Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang. Dimulai dari peperangan dua kerajaan, yaitu Prambanan dan Pengging, pagelaran ini diakhiri dengan berubahnya Roro Jonggrang menjadi patung akibat kemarahan Bandung Bondowoso. Para koreografer yang bekerja keras menterjemahkan cerita ini ke dalam tarian yang indah adalah : Ni Nyoman Sudewi, Gandhung Djatmiko, dan Jiyu Wijayanti.Pementasan ini sungguh mendapat apresiasi dari para delegasi. Hadir malam itu Mr.Nicholas Burnett dari UNESCO yang juga berkenan menyampaikan bunga-tangan kepada conductor Harinto Budhi Wibowo. Beberapa Menteri dan delegasi-penting 9 negara juga menyampaikan cinderamata kepada para pendukung pementasan ini.

bunga-1a.jpg

bunga-2a.jpg

Jophilo dibentuk tahun 2007, dipimpin oleh Harinto Budhi Wibowo, dengan melibatkan para mahasiswa jurusan musik ISI dan SMM (Sekolah Menengah Musik) Yogyakarta. Sejak didirikan, Jophilo telah menggelar 8 konser, antara lain dalam rangka Dies Natalis Universitas Gadjah Mada di Grha Sabha Pramana Yogyakarta, dalam rangka puncak peringatan Hari Guru Nasional di Pekanbaru, konser di Denpasar, Malang, dan kota-kota lainnya.

latihan-1a.jpg
latihan terakhir

latihan-2a.jpg
latihan terakhir

latihan-3a.jpg
latihan terakhir

usai-pentas-2a.jpg

usai-pentas-1a.jpg
usai pementasan


Saya bangga menjadi bagian dari pagelaran ini, dan menyaksikan langsung sebuah event budaya yang tidak biasa. Saya juga mengikuti proses latihan demi latihan yang cukup panjang untuk pertunjukan berdurasi 30 menit ini. Semua bekerja keras, semua punya peran. Sekecil apapun peran itu, turut serta dalam kesuksesan pementasan.
Inilah inti dari suatu kerja team, tidak ada seorang pun yang tidak penting.

Bravo Jophilo!

mc-02a.jpg

mb-dewi-a.jpg
b
ersama MC-utama mbak Tya Diran dan mbak Dewi koreografer

mas-budi-a.jpg mas-harun-a.jpg
bersama
mas Budhi Ngurah sang komposer dan mas Harun manajer Jophilo

mas-ari-a.jpg
“bersulang” air putih bersama mas Ari sang conductor usai pentashappy-team-a.jpg
“the happy team”

Foto-foto : mbak Tifa (Depdiknas) dan pribadi

 

 

Ada 3 komentar : “Dokumentasi Setengah Tahun (4) Konser Jophilo di Bali”

  1. Kisah legenda tradisional dibungkus dengan musik orkestra, diterjemahkan dalam gerakan tarian balet dengan kostum tradisional. Wow perpaduan yang menarik Mbak!

  2. Hai…udah pulang dari Vietnam? Oleh-oleh ceritanya jangan lupa ya :)
    Memang menarik banget kok pagelaran ini. Semoga bisa dipentaskan lagi, entah di Jakarta, di Jogja, atau di situs-situs yang lebih indah dan artistik. Dan semoga kita bisa nonton bareng ya….

  3. hai mb ninda….
    memang sangat menarik untuk pementasan roro jongrang oleh Jophilo kolaborasi dengan ISI Yogyakarta..
    saya sama seperti mb ninda, saya pun bangga mengambil bagian dalam pementasan ini.
    karena memang sangat pantas untuk disaksikan oleh E9 bahkan Internasional. Dalam pementasan ini, terdapat campuran budaya Indonesia dengan Barat. Karena pementasan ini adalah komposisi IGN W Budhiana yang menceritakan tentang Legenda Rakyat di Prambanan dipandu oleh Orchestra (adalah kumpulan musik memakai instrument Barat) kolaborasi dengan tarian yang mengisahkan Legenda tersebut.

    Suatu Pementasan yang sangat luar biasa.

Komentar