Duuuh..Sakit Hatiiii..(1)

j0295159.gif

Berita tentang potensi kejadian luar biasa (KLB) Hepatitis A di Jogja akhir-akhir ini cukup mengejutkan berbagai kalangan. Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr Bondan Agus Suryanto MM, menyatakan sedikitnya ditemukan 478 kasus Hepatitis A, dari hasil pemeriksaan laboratorium atas pasien yang dirawat di Rumah Sakit dan Puskesmas di bulan Agustus ini. (Jawa Pos - Radar Jogja 26/08)

Apa sih sebetulnya Hepatitis A? Apa penyebabnya? Apa saja gejala-gejalanya? Kita berpotensi terkena nggak ya? Gimana penularannya? Dan tentu yang sangat penting, gimana mencegahnya?

Dalam acara Dokter Kita di Jogja TV hari Minggu lalu (24/08), saya dan host-utama mas Heru Nugroho mewawancarai dokter Sutanto Maduseno, SpPD-KGEH. Beliau menjelaskan secara gamblang semua pertanyaan kami maupun para penelpon.

Hepatitis adalah peradangan jaringan hati yang disebabkan oleh berbagai hal, antara lain : virus, bakteri, alkohol, obat-obatan, dan zat kimia yang bisa saja masuk tubuh melalui kulit, tertelan, atau terhirup. Yang sudah dikenal saat ini adalah Hepatitis A, B, C, D. E, G, dan TT.

Hepatitis A menyebar melalui (maaf) tinja. Penyebaran ini dapat berlangsung akibat buruknya tingkat kebersihan. Penularan dapat terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces penderita (mungkin saja penderita tidak mencuci tangan dengan baik setelah buang air besar).

Kita dapat tertular karena makanan atau minuman yang telah terkontaminasi tersebut, misalnya makan buah-buahan yang tidak dicuci dengan benar, makan sayuran yang tidak dimasak, makan makanan setengah matang, atau minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi. Hiiiiiiiiii….serem juga ya…kita mungkin sering melakukan atau mengkonsumsinya.

Gejala pada orang dewasa adalah penurunan nafsu makan,merasa tidak enak badan, mual, muntah, demam. Fase-fasenya sebetulnya seperti ini nih:

  1. Fase inkubasi, yaitu waktu di antara saat masuknya virus hingga timbulnya gejala. Masa inkubasi adalah 15-50 hari, rata-rata adalah 30 hari.
  2. Fase Prodromal, yaitu fase di antara timbulnya keluhan-keluhan pertama hingga gejala timbulnya ikterus (penyakit kuning). Fase ini ditandai dengan : gejala-gejala mirip flu, lelah, demam tiba-tiba yang terus-menerus, diare, mual, muntah, nyeri perut, dan hilangnya nafsu makan.
  3. Fase Ikterus, yaitu saat mata dan kulit menjadi kuning, air kencing berwarna coklat tua seperti teh, dan warna tinja pucat. Fase ini bisa muncul bersamaan dengan gejala-gejala awal, bisa juga setelah 5-10 hari. Setelah fase ikterus biasanya justru terjadi perbaikan klinis, jarang terjadi sebaliknya.
  4. Fase konvalesen (penyembuhan). Fase ini ditandai dengan hilangnya gejala-gejala. Nafsu makan mulai membaik, dan gejala-gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu.

Menurut Dokter Sutanto Maduseno, sepanjang penderita masih doyan makan, perawatan di rumah pun tidak jadi masalah, karena penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya setelah fase-fase di atas. Hanya saja penderita harus benar-benar beristirahat. Tapi kalau penderita sangat lemas dan tidak punya nafsu makan sama sekali, apalagi muntah terus menerus, maka lebih baik dirawat di Rumah Sakit.

Selain itu, informasi penting lainnya yang perlu kita ketahui adalah :

  • Orang yang terinfeksi Hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut.
  • Infeksi Hepatitis A tidak akan berlanjut ke Hepatitis kronik (Hepatitis B, Hepatitis C). Namun perlu disadari bahwa kalau kekebalan tubuh kita menurun, maka tubuh tentu saja mudah terinfeksi oleh virus apapun.
  • Vaksinasi Hepatitis bagi yang belum atau tidak terinfeksi harus dilakukan dua kali dalam waktu satu bulan. Vaksinasi yang hanya dilakukan satu kali akan mengurangi efektivitas atau kekebalan terhadap virus tersebut.

Gimana cara mencegah dan menghindari terinfeksi Hepatitis A? Hmmm..nggak susah lho sebetulnya. Ini nih :

j0424432.jpg


  1. Jangan lupa mencuci tangan sebelum makan atau setelah menyentuh sesuatu yang bisa menjadi sumber penyebaran penyakit. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah buang air besar.
  2. Masak air maupun makanan dengan sempurna.
  3. Jangan jajan sembarangan. Kalau kira-kira tempatnya nggak higienis, ya jangan ambil risiko. Salah satu reportase menarik di Kompas (22/08) menyebutkan bahwa banyak penjual makanan yang hanya mencuci piring atau mangkuk dan peralatan makan lainnya dengan cara : celup ke air, dilap, dan bersihlah sudah… :) Ya, banyak yang hanya mencelupkan dalam ember (yang kadang airnya sudah buthek…hiiii..), di lap kain (yang kadang juga sudah bluwek), dan langsung dipakai untuk menyajikan lagi.
  4. Jaga kebersihan lingkungan.
  5. Vaksinasi sesuai dosis.

Beberapa teman saya bilang bahwa mereka nggak kuatir tuh, toh sudah biasa makan di warung dengan kebiasaan lup-lap tadi (celup dan dilap), dan sehat-sehat saja.
Yaaaa..bersyukurlah kalau punya daya tahan tubuh yang tinggi. Tapi mencegah tetap lebih baik daripada mengobati kan?

(Bersambung)

Ada 7 komentar : “Duuuh..Sakit Hatiiii..(1)”

  1. aduh duh mba ninda, pas banget topiknya..ni mang baru anget-angetnya neh..baru 2 hari ini kita-kita nggak ngebahas soal hepatitis…gara-garanya dua teman wartawan juga kena mpe mereka mesti opname..mpe kemarin pada becandaan, “wah bisa sakit juga tuh ya, padahal selama ini sebegitu kuatnya”…hehehehe…hbs yang dirawat aja malu mpe opname….
    awalnya dari pak gideon hi lab tu mbah, kebetulan banyak nemuin kasus itu di hi lab, ngobrolnya sekitar tanggal 16 agustus kmrn..kita aja mpe diwanti-wanti ati-ati nulisnya..jangan sampai yang maunya kasih informasi ataupun edukasi malah mendorong friksi..coz menyentuh ranah yang dodolan nasi…coz ada kemungkinan seperti yang disampaian mba ninda di atas…fresh from the oven nech…

  2. Salam kenal mbak Ninda……….artikel yg menarik :)

  3. Tutik, semoga teman2 cepet sembuh dan pulih lagi ya. Salam untuk Pak Gideon juga. Beliau ini ya dokter ya pengusaha yang hebat.

    Iya, saya nulis artikel ini juga untuk ngingetin diri sendiri kok. Ada 2 hal yang saya ingat2. Pertama, kita memang harus hati2, dengan berperilaku sehat. Semoga dengan budaya hidup sehat itu kita terhindar dari penyakit.

    Kedua, kalaupun kita atau keluarga kita terkena penyakit, karena semua orang beresiko terserang virus, semoga kita nggak terlalu panik. Ketahui seluk beluk penyakitnya, dan jalani semua prosedur penanganannya. “Perjuangan sekaligus kepasrahan” ini semoga membantu mempercepat kesembuhan.

    Tetep sehat ya Tut….

  4. Mas Anang, salam kenal juga.. Thanks udah mampir…

  5. Menjelang SD aku pernah jadi korban nih penyakit (dasar wong ndesooo)..mba Ninda.
    awalnya kencing warnanya seperti air teh
    ketakutan setengah mati setelah lihat temenku SD kena penyakit kuning perutnya jadi buncit…
    namun agak tenang setelah tahu penyakit kuning temanku beda sama hepatitis A..

    Untuk mempercepat kesembuhan saat itu aku sangu gula jawa atau aren, setiap capai habis bermain terus ngemut tuh gula..
    ikut olahraga juga biar stamina cepet pulih
    tapi jangan dipaksakan, kalau sudah lelah istirahat
    hasilnya aku jadi kayak badak lagi..he..he…he

  6. Hiii..hi..sori mba ninda, langsung nyrocos…agung (mantan suami—–di ketoprak wartawan—- halah!!!)ikut nimbrung di forum

  7. Makasih mas Agung untuk sharingnya…
    Semoga tetep sehat ya, dan kita bisa main ketoprak lagi..hehe…

Komentar