Ketoprak Humor

Main ketoprak humor?
Wow.. itu tawaran yang menarik. Saya sih bersedia asal perannya nggak ngelawak, karena saya merasa nggak bisa melucu..hehe…

Maka, dua kali sudah saya bermain dalam ketoprak yang diselenggarakan oleh Komunitas Conthong dan Pemkot Yogyakarta, Jaran Production dan beberapa sponsor lainnya.

Yang pertama, saya ikut bermain dalam cerita berjudul ”Lintingan Den Rara Mendhut (When the smoke..godain dong..)“, dipentaskan tanggal 29 Juni 2007 di Auditorium UKDW. Pemainnya adalah para MC dan pelawak Jogja. Jadi bisa kebayang kan kalau perut saya sudah sakit duluan karena tertawa terus sejak latihan. Yang bikin saya sakit perut juga, adalah kekuatiran akan banyaknya kejutan di panggung. Karena saya tahu persis, para pelawak ini menyimpan rencana-rencana dialog atau gerakan yang nggak mereka keluarkan selama latihan. Mereka siap-siap saling ngerjain, dan pasti saya kena getahnya juga.

Dan benarlah ”kekuatiran” saya itu. Improvisasi di panggung begitu banyak, dan semua mengundang tawa penonton. Termasuk adegan ”suami” saya (diperankan mas Dewo PLO) yang meminta maaf atas kelakuannya sambil menubruk dan memeluk kaki saya. Padahal adegannya nggak seheboh itu lho saat latihan. Waaaah saya benar-benar limbung dan hampir jatuh, soalnya saya memakai kain dan kebaya Jawa sehingga saat berdiri kaki sangat rapat dan pasti nggak ada kuda-kuda saat ditabrak seperti itu. Hehe..untung nggak jatuh beneran. Heboh, heboh, dan heboh…berkesan banget lah pokoknya.

Kesempatan kedua adalah bermain dalam ketoprak ”Kabar Mawa Wisa”, dalam rangka Hari Pers Nasional yang dipentaskan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakata tanggal 16 Februari 2008 lalu. Kali ini saya bermain bersama para wartawan cetak dan elektronik Jogja plus beberapa pelawak dan bintang tamu Rieke ”Oneng” Diah Pitaloka. Nah, kali ini saya dapat peran yang pakai acara menjerit dan menangis segala. Ceritanya, ”suami” saya (diperankan oleh mas Agung-KR) yang wartawan itu mati dibunuh karena idealismenya. Seru …

effy-kr-1a.jpgeffy-kr-4a.jpg
foto2 : Eko-KR

Saya salut sama teman-teman wartawan yang ternyata bisa bermain dengan baik. Bahkan mereka bisa melucu juga lho. Penghargaan saya juga untuk sutradara, mas Nano, dan teman-teman yang ribet dengan produksi. Kerja keras mereka luar biasa untuk menghasilkan penampilan yang oke malam itu.

Sebetulnya beberapa tahun lalu, saat masih aktif sebagai penyiar radio, saya juga pernah terlibat dalam pembuatan sandiwara-radio sayembara ”Misteri Prajurit Sandi”, yang diputar di beberapa radio di Jogja-Jawa Tengah. Saya berperan sebagai Raden Ajeng Astiti, melengkapi tokoh-tokoh yang diperankan oleh para seniman Jogja, termasuk mas Butet Kartaredjasa.

Nah, untuk promosi sandiwara radio ini, terutama untuk pembuatan poster, para pengisi suara difoto dengan busana Jawa sesuai dengan setting cerita, sehingga ya seperti dalam penampilan ketoprak. Waaaah proses rekaman suara maupun sesi foto itu lumayan seru dan berkesan. Saya masih menyimpan satu posternya nih untuk kenang-kenangan.

poster-1a.jpgposter-2a.jpg

Saya salut banget pada teman-teman seniman tradisional yang konsisten dengan pementasan-pementasan seni tradisi. Dan saya merenung sekaligus prihatin, betapa kurangnya penghargaan bagi seni tradisi dibandingkan seni yang dikatakan modern.

Semoga usaha-usaha untuk melestarikan seni tradisi ini terus dan makin didukung semua pihak.

Ada 7 komentar : “Ketoprak Humor”

  1. bar main udah. kapan jadi produsere ? he..he…

  2. walaupun latihan sering absen…tnyata mbak Ninda oke lho..
    perannya dpt suami yg dibunuh..semoga cepet dapet suami lagi ya…hehehe..

  3. Hehehe…berarti main ketoprak lagi ya…Amiiiin…
    Kemaren hebat sekali lho Ben akting kamu jadi arkeolog. Top abissss!
    Mas Juru Warta, doamu semoga terkabul..hehe..
    Salut juga, kemaren main ketopraknya oke. Semoga kita bisa ngumpul dan ketoprakan lagi ya. Sukses untuk majalah barunya…

  4. hehehe…akting pertama maen kethoprak..kayaknya jd ketagihan..kapan2 akting bareng yauw..
    btw, aku gak bikin majalah lho mbak…

  5. Ya ya ya…refreshing lah…
    Lho yang punya majalah baru itu mas Juru Warta. Kita doakan sukses ya..

  6. ehem…
    Kapan ya mbak maen ketoprak bareng lagi?
    Waw seru banget waktu itu, Pengalaman yang luar biasa. Yang dulunya hanya sebagai penonton.. gak nyangka ya mbak kita maen ketoprak bareng.
    Hehee kira kira kapan ya diajakin maen ketoprak lagi. Yuuuuukkk mau banget…

  7. Hehe…ayuk aja. Tinggal nunggu ajakan mas Kocil lagi :)

Komentar