Ninda Radio Announcer

Pengalaman tiga belas tahun menjadi penyiar di Radio Geronimo FM Jogja merupakan jendela kehidupan yang mengalirkan pengalaman luar biasa, yang nggak mungkin terhapus begitu saja.

Akhir 1987 saya diterima sebagai penyiar bersama teman-teman seangkatan : Ade Nurwenda, Arman Perdana, Bayu Saptama, Denny Artha, Indra Sampurna, Lusy Laksita, Nina Arifa, Tika Kartika, Tina Pradipta, Toni Ardana, serta Peni dan Yovie. Sayang dua nama terakhir memilih untuk nggak melanjutkan setelah proses training berlangsung.

Ya, setelah di-training 6 bulan, mulailah kami ’dilepas’ siaran acara-acara harian, seperti Bursa Nada, Citra Kota dll. Wuiiiih.. nggak terkira senengnya sekaligus deg-deg-annya. Tapi itulah awal dari sebuah perjalanan yang menurut saya tanpa tepi. Begitu menyenangkan, mengalirkan pengetahuan, wawasan, kepekaan, karena begitu banyak orang dan peristiwa yang saya temui dan hadapi dalam pekerjaan saya ini.

Banyak cerita sepanjang 13 tahun itu, nggak semua bisa terekam di ingatan saya dengan baik. Tapi yang jelas, saya belajar buaaanyaaak banget. Antara lain belajar mengatur dan melakukan tugas runtut satu persatu dan tetap punya tujuan yang jelas.

Misalnya nih, dalam program siaran selama 2 jam, kita harus sudah bisa punya gambaran lagu-lagu dan iklan-iklan apa yang akan diputar, juga kalimat-kalimat apa yang kira-kira akan diucapkan. Nah setelah itu, satu persatu kita lakukan, mana lagu pertama, kapan iklan A dan B diputar, kapan mulai ngomong dan kapan berhenti (ada lho teknik mengantar lagu dengan enak tanpa nabrak suara penyanyinya).

Saya juga belajar untuk nggak terpaku pada kesalahan yang sudah dibuat melainkan segera mengontrol diri dan konsentrasi pada tugas selanjutnya. Misalnya kita sudah terlanjur salah nyebutin nama penyanyi atau keseleo lidah. Jangan terlalu dipikirin soalnya malah bisa mengganggu konsentrasi selanjutnya. Yang penting ambil kesempatan berikutnya untuk meralat dan lanjutkan siaran dengan lebih konsentrasi sehingga nggak keseleo lidah lagi.

Oya, mungkin ada yang memperhatikan kalau nama-nama penyiar kok senada : 2 kata dan berakhiran ”A”. Nah ini memang tradisi di Geronimo waktu itu. Sebelum angkatan saya juga sudah ada Tyas Ananda, Sanny Montana, Vivi Dewabrata dll. Nggak semuanya gitu sih, tapi saya dan teman-teman seangkatan bersepakat mempertahankan tradisi itu. Maka munculah nama Ninda Karisa.

Bukan mau keren-kerenan atau nggak mau pakai nama Ninda Nindiani, bukan itu alasanannya. Selain melanjutkan tradisi di Geronimo, saya memang pernah bercita-cita, kalau punya usaha sendiri, entah apapun itu, saya namakan KARISA. Nama ini kependekan dari KARUNIA ISA, sehingga saya berharap bisa mensyukuri semua karunia yang diberikan sepanjang hidup saya (bukan justru menyombongkannya) dan selalu hati-hati dalam melangkah serta bersandar kepadaNya. Jadi ada unsur doa, harapan, dan peringatan bagi saya di dalam nama itu.

Banyak cerita dan foto yang akan ada di Jendela ini. Semoga teman-teman lama, baik mantan penyiar, staf, pendengar, yang sudah tersebar di seluruh dunia juga akan bergabung berbagi cerita melengkapi memori tentang Geronimo tercinta.

Terimakasih untuk Mas Totok (Ir. Suprapto Purwijayanto, Direktur PT Radio Geronimo FM), yang dengan kepemimpinannya yang khas, membuat kami bisa mengeksplorasi kemampuan dan kreativitas. Untuk seluruh keluarga besar Geronimo,hari-hari-bersama itu bukan cuma kenangan yang akan hilang oleh waktu, namun akan tetap menjadi bagian dari hidup saya yang tak terhapuskan.

 

Ada 8 komentar : “Ninda Radio Announcer”

  1. dari beliau..Ninda Karisa..
    sewaktu masih di GFM, aku belajar banyak tentang penyiar, lagu-lagu dan bahsa Perancis hehehe..
    gak nyangka..skrg aku terjun juga di dunia radio.

    thanks untuk semua bimbingannya..
    it was very nice moment !

  2. Benni…sama-sama, makasih juga ya atas semua masukan, canda, dan pelajaran2 berharga dalam pertemanan kita.
    Sekarang kok gentian aku yang belajar bahasa Perancis sama kamu ya? hehehe…udah banyak yang lupa sih…
    Kalau disuruh siaran radio lagi kayaknya aku juga bakal berguru sama kamu Ben… :) Pasti aku kagok banget mengoperasikan segala peralatan di call-box..
    Dulu Benni aktif main ke GFM, sering diskusi macem2, seneng motret juga. Sekarang dia adalah praktisi radio yang hebat. Selamat menikmati dunia radio yang asiiiiiik berat. Salam untuk teman2 di Sonora.

  3. O…..ternyata ini mbak Ninda Karisa
    Saya tahu mbak karena saya berasal dari Jogja dan penggemar radio Geronimo di jl Gayam itu , tapi sejak 1995 saya kerja di malang.
    Salam untuk Jogja dan Geronimo mbak ya…
    mbak rajin menulis ya

  4. Terimakasih mas Hari, seneng banget Jendela ini bisa mempertemukan kita lagi.
    Salam juga untuk arek Malang:) Kalau ke Jawa Timur saya biasanya mampir Malang juga, cari berondong- coklat dan keripik kentangnya yang uenaaaak.. Semoga makin sukses ya.

  5. Salam Kenal mbak,

    Saya juga tau mba ninda pas dengerin GFM, saat masih ada mba lusi, mas wibie dll n masih ada alm adez t-shirt di depan GFM.

    Mba ninda, tolong dong sebutkan 3 buah buku penting untuk menjadi modal sebagai pembicara yang baik.
    Bukunya CBS termasuk gak sih?Tengyu b4.

    Salam Sukses

  6. Hai Ilham, salam kenal juga..

    Charles Bonar Sirait (CBS) menulis buku yang komunikatif sehingga cukup mudah diikiuti. Judulnya The Power of Public Speaking - Kiat Sukses Berbicara di Depan Publik.

    Buku-buku lain tentang Public Speaking cukup banyak. Coba baca yang ini :
    1. The Art of Public Speaking (Stephen E.Lucas)
    2. Jangan Takut Ngomong - Strategi Agar Berani Bicara di Depan Umum (Ivy Naistadt)
    3. Speak Out - Panduan Praktis dan Jitu Memasuki Dunia Broadcasting dan Public Speaking (Teddy Resmisari Pane)
    4. The Magic of Public Speaking (Gerald Green, DTM)
    5. Rahasia Kekuatan Percakapan (James K.Van Fleet)

    Oya Ilham, selain banyak baca, praktik bicara adalah hal yang teramat sangat penting. Tanpa praktik, buku bacaan apapun nggak akan bermanfaat.

    Salam sukses, dan terimakasih sudah mampir.

  7. dear mbak ninda yang masih imoetz ……
    rupanya masalah nama kita ada kesamaan, sama arti, nama karunIsa yang aku pake adalah juga ‘karunia Isa’.
    mbak kapan siaran lagi di radio ? ajakin aja para mantan penyiar seangkatan mbak buat siaran lagi dengan suasana 80an
    Salam sukses buat mbak yang semakin cantik.

  8. Makasih Dian. Suasana 80-an memang seru. Tks usulnya ya, semoga saya dan temen2 se-angkatan masih ingat caranya siaran radio…hehe….(peralatan siaran sekarang jauh lebih canggih sih, musti belajar operating lagi nih)

Komentar