Pengantar Buku Bisik-bisik Remaja - Ninda

Tiga belas tahun saya keasikan menjadi penyiar di Radio geronimo FM. Memang asik berat! Soalnya saya dapat banyak ilmu, tentang musik, program, manajemen waktu, manajemen perasaan (sering harus kedengeran seneng meski lagi susah, misalnya), dan gimana menghadapi banyak orang dengan berbagai karakter dan keinginan. Salah satu program yang mengalirkan ilmu, kepekaan dan kearifan bagi saya, tertuang dalam buku ini.

Diskusi-diskusi yang ada dalam buku ini merupakan penggalan atau cuplikan dokumentasi dari program talkshow interaktif mingguan bertajuk ”BISIK-BISIK REMAJA”. Program berdurasi 60 menit ini hasil kerjabareng Radio Geronimo FM dan ”Sahabat Remaja” (SAHAJA) PKBI DIY, sebuah lembaga yang fokus pada kegiatan pendidikan dan pendampingan remaja, khususnya mengenai kesehatan reproduksi. Sejak disiarkan akhir tahun 1997, saya dipercaya menjadi presenter acara ini hingga pertengahan 2001, saat saya mengundurkan diri dari dunia radio dan kemudian melanjutkan studi S2 di Inggris.

Kenapa acara itu diberi nama ”BISIK-BISIK REMAJA”, yang sering juga dengan bercanda disingkat ”BiBiR”? Soalnya memang acara tiap Kamis sore itu membahas berbagai masalah remaja, termasuk yang menjadi ’bisik-bisik’ di antara mereka, seperti masalah seks. Kami ingin para remaja nggak malu membicarakan masalah mereka secara terbuka, sehingga menggelindinglah diskusi yang ilmiah namun dikemas dalam suasana yang santai.

Format acaranya bervariasi. Selain saya sebagai presenter, teman-teman dari SAHAJA bergantian menjadi narasumber. Kami juga sering mengundang narasumber lain, seperti psikolog, dokter, penderita AIDS, waria, artis, ulama, orang-tua yang memiliki anak remaja, maupun remaja itu sendiri.

Pendengar bebas memberikan opini melalui telpon terhadap topik yang kami angkat tiap minggunya. Topik-topik tersebut seringkali datang dari surat-surat yang dikirimkan ke acara ini. Maka saya merasa acara ini sangat ”kaya” : ada suara nara sumber, suara pakar, dan suara pendengar sekaligus. Apakah suara mereka seragam? Nggak sama sekali! Ini justru yang bikin indah.

Kadang-kadang ada juga pendengar yang nggak bisa melihat keindahan tersebut. Mungkin nggak setuju dengan opini beberapa orang, seseorang kemudian dengan sengaja menelpon tapi tanpa bersuara sama sekali, atau sengaja memutar lagu-lagu, dengan tujuan menghambat masuknya penelpon berikutnya.

Kita memang masih harus banyak belajar menghargai pendapat orang lain…

Buku BISIK-BISIK REMAJA seri-1 ini memuat 11 topik. Saya berharap dapat segera menerbitkan topik-topik lain dalam seri-2. Terimakasih kepada keluarga besar Radio GERONIMO FM, SAHAJA-PKBI, Adicita Grup, KARISA Production, GALANG Press, keluarga saya, dan semua pihak yang telah begitu membantu dan mendukung penerbitan buku ini.

Untuk siapa sih buku ini? Untuk siapa saja : remaja, mantan remaja, orang-tua yang punya anak remaja, dan semua yang concern terhadap remaja. Yuk kita buka pintu hati untuk berdiskusi dan menghargai perbedaan.

Ada 3 komentar : “Pengantar Buku Bisik-bisik Remaja - Ninda”

  1. Saya mo komen tentang buku ini :
    1. Cover, pemilihan warna, jenis kertas, oke banget. Apalagi ada karikaturnya.
    2. Harga terjangkau, sesuai dengan kantong q-ta-2
    3. Ada selingan kata-kata lucu di sudut kiri bawah di setiap pergantian topik yang menambah “hidup” n pengin nerusin ke bab berikutnya alias penasaran untuk membaca terus.
    4. Kata-katanya meremaja banget. Q-ta-2 yang kurang gaul pun “ngeh” dengan isinya.

    Pokoke buku ini TOP banget, bisa untuk bacaan santai or kado ultah temen.
    Sukses untuk mbak Ninda dan Galang Press. Maju terus!

    Jhonned
    Jl. Prof. Yohannes 1060, Sagan, Yogyakarta 55223

  2. Namaku Siska, 20 tahun, tinggal di Jepara. Aku dapet buku ini dari temenku Pipit yang pengin aku lebih banyak baca buku ginian daripada novel.

    Menurut aku, buku BiBir tuh sangat menarik dan buaanyaaak banget manfaatnya. Bayangin aja…dari masalah-masalah remaja, pengertian, solusi, sampai saran dan masukan dari berbagai pihak masuk dalam satu paket. Satu kata “Fantastic”!!!!

    Sebagai remaja , aku bersyukur banget karena ternyata masih ada yang merhatiin kita secara keseluruhan, merhatiin masalah-masalah kita dan bantu menyelesaikannya. Banyak masukan yang aku bisa ambil setelah baca buku ini. Bahwa setiap remaja mau nggak mau pasti akan ngalamin masa dimana mereka harus menghadapi masalah-masalah yang terjadi. Yang penting nggak perlu lari dari masalah-masalah karena semua itu merupakan proses pembentukan kedewasaan…Iya kan??

    Thanks untuk semua tim yang mengerjakan buku ini, Geronimo FM, Mbak Ninda, dan tim Sahaja PKBI.

    Siska
    Jl. Pati Unus RT10/03
    Jobokuto, JEPARA

  3. Dear Rekan-rekan di Galang Press,

    Perkenalkan nama saya Pompila Nasril. Sehari-hari saya bekerja di PKBI Sumatera Barat sebagai staf promosi Kesehatan Reproduksi dan Seksual. Saya juga aktif sebagai relawan di Cemara (Ceria Masa Remaja) PKBI Sumatera Barat.

    Pertama kali melihat buku ini, saya berpikir ini adalah novel remaja yang berisi tentang hal-hal yang aktual terjadi di masyarakat. Saya benar-benar tidak berpikir bahwa ini adalah kumpulan acara radio yang dibukukan.

    Setelah membaca buku ini lebih lanjut, barulah saya tahu bahwa buku ini proses reproduksi program radio dalam bentuk tulisan. Salut!
    Saya berpendapat begitu karena :
    1. Tidak banyak penyiar yang mau dan menyempatkan diri untuk menuliskan pengalamannya dalam memandu acara radio ke dalam bentuk hard copy. Saya sangat yakin, butuh stamina yang agak besar, karena harus mendengarkan lagi informasi-informasi melalui rekaman, terus memoles bahasanya agar mudah dimengerti dan tidak kaku. Selanjutnya, harus mencek lagi isi dari buku apakah sesuai dengan promosi kesehatan reproduksi dan seksual remaja saat ini kepada PKBI DIY.

    2. Buku ini bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi saya untuk tetap bersemangat bekerja bersama remaja. Terus terang saya sekarang 26 tahun, tidak bisa lagi disebut remaja. Cuma semangatnya aja yang masih remaja. Sejak tahun 1999 masuk PKBI Sumbar., saya merasa masih banyak yang harus dilakukan untuk remaja. Cuma kadang saya kehabisan bahan atau cara penyajian yang khas dan disenangi remaja. Nah buku ini suplemen bagi saya dan teman-teman di Cemarauntuk mengembangkan metode promosi kesehatan reproduksi.

    3. Buku ini sebagai contoh langkah kongkrit untuk mendokumentasikan program-program atau kegiatan yang dilakukan dengan penampilan yang lebih menarik. Tidak hanya laporan tiap tahun.

    Oke…segitu aja tanggapan saya. Semoga seri ke-2 nya segera muncul. Terimakasih…

    Pompila Nasril

Komentar