Plengkung Gadhing TVRI Jogja

Program Plengkung Gadhing di TVRI Jogja disiarkan hari Kamis minggu ke-3 tiap bulannya. Tapi sering juga, karena permintaan berbagai pihak, maka acara ini muncul lebih dari satu kali per bulan, bahkan bisa tiap Kamis.

Keunikannya adalah memadukan talkshow dengan musik campursari yang dikemas dengan baik. Acara ini berlangsung selama 90 menit, dari pukul 19.30 sampai 21.00.

Saya memandu acara ini bersama mas Dibyo yang selalu bisa bikin suasana meriah dengan banyolannya yang cerdas. Tantangan untuk presenter acara ini adalah mengatur ”lalu lintas” acara yang punya banyak unsur ini. Ada sesi talkshow dengan beberapa nara sumber, ada musik dan tari, ada interaksi dengan penonton di studio maupun para penelpon.

Selain itu, dibutuhkan pemahaman akan materi talkshow yang beragam banget, dari soal UKM, kesehatan dan pemberdayaan perempuan, kebijakan pemerintah daerah mengenai pendidikan dsb. Variety show macam ini tentu membutuhkan konsentrasi tinggi dan pendalaman materi yang nggak boleh serba ‘dadakan’pg1-a.jpg.

Untunglah tim Plengkung Gadhing ini cukup solid. Mas Kristiadi selaku produser yang siap juga di ’lapangan’, mbak Sari Nainggolan selaku Director yang mau susah payah mem-brief saya dan menularkan energi, mas Angger Jati Wijaya yang menyuplai gagasan dan menterjemahkan banyak masalah sosial ke saya, dan semua anggota tim yang membuat acara ini bisa lancar.

Saya belajar banyak di acara ini dan bertemu dengan berbagai kalangan. Ada mantan menteri seperti Bapak Haryono Suyono, Bapak Subiyakto Tjakrawerdaya, juga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, para Bupati dan Walikota, para pengusaha kecil menengah, mahasiswa, tokoh-tokoh agama, akademisi, pihak perbankan, seniman dll.

Ya, program ini merupakan ”sekolah” yang hebat buat saya !pg-3-a.jpg

Ada 5 komentar : “Plengkung Gadhing TVRI Jogja”

  1. Hi,,,mbak Ninda,

    saya senang sekali baca Jendela mbak Ninda, jendela ajaib yang bisa memberi inspirasi dan banyak pengalaman .
    Pembawa acara,trainer, dll,,apa lagi ya,,,pokoknya,,beberapa kali dalam acara bersama mbak Ninda kita senang karena sosok mbak Ninda yang bekerja sangat profesional.
    Saya juga rutin mengunjungi Blog teman2 ,termasuk mabk Tutinonka dan mbak Ninda,cuma saya belum mampu buat blog sendiri.Selain repot,gak punya waktu,,,juga nggak pede..nih,,gak punya ilmu dan pengalaman nulis.
    OK..berbagi terus dgn tulisan dan pengalaman mbak Ninda,semua ini akan memberi inspirasi bagi perempuan di Jogja

  2. Bu Diah, maturnuwuuuun sanget sudah bersedia pinarak di sini. Saya selalu termotivasi dengan karya Ibu yang dengan tulus selalu “memberi”, apapun bentuknya. Saya ingat waktu mewawancarai Ibu di tv, ada penelpon yang cerita bahwa ibu nggak segan2 menyambangi anak2 kos dan menjadi ‘bunda’ mereka yang sedang sekolah di Jogja ini. Tentu ini nggak hanya Ibu lakukan karena ‘tugas’ sebagai istri Walikota, tapi saya yakin Ibu melakukannya dengan ‘hati’.
    Saya yakin juga, akan banyaaak sekali yang bisa Ibu tulis kalau Ibu punya waktu bikin blog. Kami semua menunggu ya….jangan lama2..hehe.. Selamat berkarya Bu Diah…

  3. menurut saya plengkung gading tvri jogja itu secara formatologi terlalu dipaksakan baik dari content or subtansialnya, lha memang dah resiko bila acara berdurasi panjang, tapi salut juga buat produsernya yang ngotak atik contentnya biar gak monoton he he he. N dokter kita juga plagiat dari acara halo dokter tvri jogja yg dah almarhum. Usul acara ini akan lebih punya ruh bila ada insert visual medis, gitu jeng ninda

  4. Kalau saya suka tuh nonton Plengkung Gadhing. Terutama kalau ada pak Haryono Suyono. Rame. Yang kadang aneh tuh penyanyi dan penarinya, kadang agak norak. Nyuwun sewu lho. Tapi toh yang agak norak gitu nggak hanya ada di acara itu, banyak acara lain lebih norak lagi, bahkan di televisi nasional. Tapi yaaaaa namanya televisi lokal yang ingin menampilkan pengisi lokal dan budaya lokal, dan anggarannya juga lokal hehe.. Nggak adil kalau diperbandingkan dengan yang nasional.
    Kalau Dokter Kita itu kan menurut saya ya program talkshow konsultasi biasa, di semua tivi bisa aja kan acaranya hampir sama. Mungkin tvri jogja dulu juga niru acara tv nasional. Program berita juga ada dimana-mana, apa ya itu bisa dibilang plagiat sih?
    Pokokya untuk teman-teman di tivi lokal, maju terus ya.

  5. Numpang bicara dirumah Mb ninda….ya! he he, Aduh matur nuwun ama sedulurku lanang Mas Herbas yang sama-sama membidani Halo Dokter di TVRI Yogya yang kita cintai dan kita banggakan bersama….he he he. Suwe raketemu ngangeni tenan. Kapan kita santai sambil makan bakmi karo mikir buat program apa lagi ya he he he. Dan matur nuwun atas masukannya untuk menambah ruh dengan insert visual medis. Namun ada kendala serius Mas, kita dilarang mempublikasikan rahasia medik (Kodersi 2008, UU No 29 tentang Praktek Kedokteran). Jadi bagi saya yang membidani lahirnya dokter kita di Jogja TV …wis maksimal tenanan he he he apalagi sekarang sudah sampai 175 episode dan sakjane megap-megap tenanan ….. tapi yang jelas saya, dibantu mba Ninda dan semua teman2, komit untuk mengajak masyarakat luas melalui acara Dokter Kita untuk lebih care pada diri mereka biar tetep sehat jangan sampai sakit. Selamat bertugas, sukses selalu untuk mas Herbas

Komentar