July 18th, 2008 0leh Ninda Jogja Kategori:
Perempuan Oh Perempuan
Saya tertarik membaca artikel di Kompas Kamis 17 Juli 2008 tentang salah satu program dalam Indonesia International Motor Show 2008. Sebuah program talkshow yang diberi nama Smart Driving for Smart Woman.
Rupanya program ini mengkampanyekan bagaimana perilaku berkendara yang baik, aman, nyaman, dan cerdas, khususnya bagi kalangan perempuan.
Wah saya jadi ingat tiap kali ada mobil yang jalannya ”awur-awuran”, atau terlalu lambat padahal nggak ada apa-apa di depannya, pasti temen saya, yang nota bene adalah cowok, bilang : ”Pasti perempuan nih yang nyetir.”
Tersinggung? Hehe…iya juga sih. Tapi saya memilih tertawa mendengarnya. Kata orang kan menertawakan diri sendiri adalah cara menyikapi kehidupan yang paling bijak.
Saya jadi ingat beberapa waktu lalu pernah dapat kiriman beberapa foto dari seorang teman tentang perempuan pengendara dan akibatnya. Lucu, tapi agak ngeselin juga. Masak iya sih perempuan nggak bisa berkendara dengan smart?





Allan dan Barbara Pease dalam buku ”Why Men Can Only Do One Thing at One Time and Why Women Can’t Stop Talking” mengatakan :
”Karena wanita menggunakan kedua sisi otaknya, banyak yang kesulitan menyebut tangan kanan dan kiri mereka. Akibatnya, wanita sering dikritik para pria karena menyuruh belok kanan padahal yang dimaksud adalah belok kiri”.
Waduh! Apa ini salah satu penyebab perempuan nggak bisa berkendara dengan smart?
Kategori: Perempuan Oh Perempuan
Wah nggak terima aku kalau perempuan suka dibilang ngaco kalo nyetir. Nggak terimaaaa..hehe… Aku wanita yang biasa nyetir sendiri kemana-mana antar anak-anak sekolah, les, bahkan sering nganter suami juga kalau dia lagi butuh dianter. Kata suamiku, aku pengemudi yang baik karena bisa bikin dia tidur nyenyak di mobil…hahaha…
Tapi emang perlu edukasi buat semua pengemudi, bggak perempuan nggak laki. Jalanan kita jadi berbahaya banget karena begitu banyak pengemudi yang ngawur.
Ati-ati kalo nyetir ya mbak ayu….
hahaha….artikel dan foto-fotonya lucu bangeeeeet… Ngingetin sama aku sendiri.
Maap maap kan daku ya untuk yang pernah aku seruduk, aku serempet, atau aku kagetin karena nge-rem mendadak. Moga-moga aku lebih pinter nyetir besok-besoknya.
Mbak Ninda, thanks artikelnya. Smart driving yuuuuuk
Kalo menurut ku, hanya soal kesempatan saja. Berapa banyak sih perempuan yang “beruntung” bisa nyetir mobil di republik tercinta ini ? Kalo bukan karena faktor warisan, juga biasanya karena situasi yang berbanding lurus dengan stratifikasi sosial.
Jangan lupa, sopir yang paling banyak bawa korban nyawa, biasanya juga sopir pria lho (maaf grambyangan, tanpa data yang bisa disebut), moga ada yg punya statistik lebih akurat.
Coba lihat Bis Trans Jogja. Ada yang perempuan to sopirnya..! Jakarta apalagi …sptnya belum ada keluhan dari manajemen ato penumpang serta pengguna jalan lain.
Aku juga punya kakak angkatan, namanya Mbak Anti seorang dokter gigi (dengar-dengar berkarya di papua), kalo nyetir keluar kota, nggak pernah aku bisa nyalip mobilnya ! Masih mau bilang kurang hebat ?!
Keep posting ya Nda …
hehe, cucok..kalo dari sudut pandang keadilan ada laki2 yang nyopir srampangan tapi tidak sedikit pula yang oke punya. yang perempuan pun demikian, ada yang top markotop, tapi ada juga yang medeni alias nggilani bin nyebelin…
mo bilang setuju ma stigma itu, tapi realitanya juga tidak identik, tapi mau bilang nggak setuju, kok ya ndilalahe, pabila di jalan….kl nyetir mobil serba ragu-ragu, dan bikin repot yang di belakang, hingga suara klakson bersautan, setelah ditengok kok ya perempuan…aplg kl di simpang ato saat traffic light di antara hijau, kuning atau merah antara nyak dan nyuk…”ih pasti ibu-ibu ato mbak..mbak,” eh kok ya benul…
salam knal mb ninda..oh ya..bikin acara smart drive for smart woman yuk..he he
Salam kenal juga Elis… Setuju banget kita bikin acara untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pengemudi perempuan. EO mana nih yang mau memfasilitasi?
mbak Ninda…
lama saya tidak bertamu ke blog mbak Ninda,Eh,,,lagi2 perempuan yang dibilang tidak pandai nyetir,padahal nggak mesti lho.
Cuma memang nekat nya juga ada,,,saya punya cerita..teman saya ( seorang ibu ),belajar stir mobil,Dia sudah mendapat SIM,tetapi belum lancar sekali mengendarai mobil .Suatu saat dia harus berangkat ke Solo,,,dgn kemampuan yang pas2an,,dia berangkat(padahal cuma bisa nyetir maju lho…he,,he ),ketika sampai di solo,tepatnya pasar klewer dia tidak bisa parkir,maka kunci mobil dia serahkan ke pak POLISI yang rupa2nya sudah lama mengamati teman saya itu,dan sedikit marah karena maju mundur gak bisa parkir,mengganggu lalulintas,
akhirnya pak polisi memarkirkannya dengan permintaan mobil menghadap kejalan,,karena dia hanya bisa menyetir maju..Tapi sekarang,,setelah sekian tahun…dia sangat lihai bahkan karena tinggal di jakarta,kemana2 menyetir sendiri,bahkan saya kalah jauh. Nekat membawa manfaat..
salam
Hahaha…lucu juga cerita Bu Dyah.
Dulu waktu barusan bisa nyetir, saya juga memproklamasikan diri sebagai “sopir spesialis maju”..hehe…
Salah satu saudara saya juga seorang spesialis-maju, meski seminggu dua kali bolak-balik Jogja-Wonosobo. Hebat juga ya keberanian dan kenekatannya.
Banyak juga temen perempuan saya yang merasa susah atau males kalau parkir. Ungkag-ungkeg, nggak pas-pas juga.
Tapi yang jago-jago nyetir juga buanyak. Bukan karena jago ngebut, tapi akurasi perhitungannya dalam mengantisipasi situasi di jalan sungguh bikin saya kagum.
Gimana Bu Dyah, kalau kita bikin acara smart driving for women yang difasilitasi Tim Penggerak PKK Jogja?
mbak Ninda,
saya coba buat blog,,baru coba2..silahkan bertamu ke blog saya,mohon masukan ,soalnya ini eyang putri,,,modal nekat saja bikin blog ,biar saja malu2in,yang penting bisa jadi inspirasi untuk ibu ibu yang lain.
Karena,,kemarin ada seminar,,,, Urgensi Melek media bagi perempuan,,,nah,,perempuan lagi.Kita bisa bayangkan kalau perempuan Indonesia ,luas wawasannya,tinggi kemandiriannya…insya Allah sebagian persoalan bangsa terselesaikan.
http://dyahsuminar.margaria.net
Amiiiiin….
Saya seneeeeeng banget Ibu akhirnya mau juga punya blog. Karena saya yakin Ibu punya bahan yang begituuuu banyak untuk menginspirasi orang lain.
Selamat Bu Dyah. Saya dan teman-2 pasti akan mampir kesana dan kita bisa diskusi lagi rame-2.