UGM Berkomunikasi
Jogja TV menghadirkan acara baru, disiarkan setiap Jumat pukul 17.00-18.00, bertitel “UGM Berkomunikasi”. Ya, ini adalah inisiatif Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk berkomunikasi dua arah dengan masyarakat.
Saya senang sekali ketika diminta menjadi presenter acara ini berduet dengan mas Suryo Baskoro (Kepala Bidang Humas dan Keprotokolan UGM yang juga dikenal sebagi MC senior). Kemasan acaranya menarik banget, santai, informatif dan sangat komunikatif. Ada musik, ada perbincangan dengan civitas akademika juga alumni, dan dialog dengan pemirsa secara langsung.
Tayangan perdana tanggal 21 Maret yang lalu menghadirkan Rektor UGM Prof. Sudjarwadi M.Eng PhD dan alumnus yang saat ini menjabat Sekretaris Daerah Propinsi DIY, Ir.Triharjun Ismadji MSc. Edisi ke-2 (28/03) menghadirkan Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian. Dilanjutkan dengan Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis pada edisi ke-3 Jumat lalu (04/04) yang juga menghadirkan alumnus yang sekarang menjabat sebagai Pemimpin Bank Indonesia Yogyakarta, Ibu Endang Sedyadi SE MA. Fakultas dan jurusan lain akan bergiliran tampil di acara ini.

nara sumber : Ibu Endang Sedyadi SE MA(Pemimpin BI Yogyakarta), Bp. T.Hani Handoko MBA PhD (Dosen Ilmu Manajemen), Dra. Sari Winahjoe MBA (Wakil Dekan Kemahasiswaan, Alumni & Kerjasama)
Tidak banyak universitas yang menyadari pentingnya program Public Relations semacam ini. Memang tidak mudah membuat acara rutin tiap minggunya, dalam jangka waktu yang cukup lama pula (direncanakan acara ini terus berlangsung sampai 2009 dengan menampilkan secara bergantian fakultas dan jurusan yang ada di UGM). Namun kesadaran bahwa masyarakat membutuhkan informasi yang lebih dari UGM, akan membuat ”stamina” tetap terjaga, saya yakin itu.
Semoga universitas dan institusi lain juga memiliki kesadaran akan pentingnya pemanfaatan media komunikasi semacam ini. Ada beberapa acara senada yang pernah beberapa lama ditayangkan dan sebagian masih berlangsung, misalnya : “Obrolan Walikota” (TVRI Jogja, bekerjasama dengan Pemkot Yogyakarta), “Selokan Mataram” (TVRI Jogja, bekerjasama dengan Pemkab Sleman), Forum Bisnis (Jogja TV, bekerjasama dengan Lembaga Ombudsman Swasta DIY), Projo Tamansari (Jogja TV, bekerjasama dengan DPRD Bantul) dll.
Sungguh merupakan “investasi citra” yang hasilnya tidak hanya sesaat, melainkan dapat dinikmati dalam jangka panjang dan berakar kuat.
Kategori: Ninda TV Presenter

tak kenal maka tak kan ada sayang…tak tahu maka tak kan ada perhatian, PR pun lebih dari sekadar pencitraan tapi asas kemanfaatan yang tak terperikan…bagus tuh UGM jadi pelopor..nyatanya peringkat internasional naik terus kan???bravo mr suryo baskoro. aku heran deh, di PTN maupun PTS unggulan di Jogja mayoritas punya jurusan komunikasi, tapi kok ya nggak ngeh juga…hehe…please deh!
ehm, hasil penelitian menjadi barang eksklusif dan tumpukan laporan, kejuaraan hanya jadi komunitas piala dan piagam, sementara kebijakan pemerintah hanya sekadar mengalokasikan anggaran yang telah disahkan..
penelitian disosialisasikan ke masyarakat jelas membuka cakrawala, prestasi dan proses yang terpublikasikan tentu jadi motivasi dan spirit bagi yang lain dan kebijakan pemerintah tersosialisasi dengan baik, ya hasilnya manfaat secara lebih luas,,,,,,sepertinya sih begitu…
sukses buat UGM, dan mbak Ninda yang juga alumni UGM, bagi yang mau lihat daftar tayang selengkapnya dapat kunjungi
: http://www.ugm.ac.id/downloads/Ugm%20berkomunikasi.pdf
……btw blog nya menarik loooo…..ternyata MC rajin ngeblog juga ya !!! cu
Mbak Tutik dan mas Ferry terimakasih sekali komen2nya. Senang sekali ada tambahan info tentang daftar tayang “UGM Berkomunikasi”, banyak sms yang masuk kemarin menanyakan hal itu.
Public relations sering dituduh hanya menghamburkan duit untuk tujuan yang nggak jelas. Itu karena masih banyak yang belum menyadari pentingnya citra positif yang harus terus dijaga. Atau justru merasa bahwa citranya sudah baik dan nggak bakalan tergusur oleh yang lain sehingga nggak perlu aktivitas public relations.
Contohnya, siapa sih yang nggak kenal UGM? Tanpa acara semacam “UGM Berkomunikasi” pun tiap tahunnya calon mahasiswa berebut masuk kesana. Tapi UGM dengan “rendah hati” mau membuka diri untuk berkomunikasi dua arah dengan masyarakat. Paling tidak, saya melihat 2 hal penting. Pertama, acara ini berguna untuk mempromosikan/menjelaskan apa yang dimiliki UGM. Kedua, UGM menyadari bahwa memang masyarakat perlu dan berhak tahu lebih banyak. Kalau seorang calon mahasiswa tahu persis mengenai jurusan yang diminatinya, mestinya akan menjalani masa kuliah dengan lebih baik dibandingkan mereka yang asal pilih tanpa tahu apa yang akan dipelajari plus peluang karirnya.
Tentu tidak semua pertanyaan bisa terjawab, tidak semua harapan bisa terpenuhi. Tapi niat baik UGM memang perlu diapresiasi.
eh mba, aku nggak tahu sudah atau belum, menarik ataukah tidak, tapi keren juga loh kelihatannya. kenapa mba ninda nggak bikin ini aja semacam PR agency..hehe, kan lumayan tuh, UGM butuh, ambil. UNY butuh, silakan, UIN mau, hayuuk, universitas lain lagi berminat, siap, perusahaan mau, ready aja.. mpe kalau perlu pemkab-pemkab tuh sekalian biar rada oke, secara geto loh, kebijakan publik..jadi ibarat bisnis MLM, tangan-tangan gitu deh…
selama ini, sosok ideal PR kan biasanya di hotel atau restoran, hehehehe
trus satu lagi, mba nek kita ngundang dirimu, diskon 90 persen ya..hahaha….eh mba di tempatku ada bernas remaja tuh mba..kayaknya oke juga tuh kerjasama dg mba ninda….biar mereka-mereka, eh salah kita-kita yang masih kinyis-kinyis ini tetap on the track…hahaha…
Mbak Tutik…kalau cuma manggil aku ya gratis to…kan cuma manggil..hehehe…
Soal Bernas Remaja, ayuk aja…
Soal PR Agency…ide yang menarik, semoga ada energi untuk mewujudkannya.
Makasiiiiih banget….
Chere mbak Ninda,
Terima kasih telah mensosialisasikan “UGM Berkomunikasi” di blog. Blog-nya keren deh. Terima kasih juga atas komentar-komentar yang semuanya mendukung. Selain untuk lebih mendekatkan UGM kepada khalayak, acara ini juga dimaksudkan untuk membuka lebih luas wawasan para pelajar akan macam-macam ilmu yang dapat mereka tekuni selepas SMA. Selama ini, terus terang, pilihan mereka masih terbatas pada prodi yang itu itu aja (kedokteran, ilmu komputer, komunikasi, psikologi, arsitektur, dan bbrp yg lain); akibatnya, kompetisi di prodi2 itu jadi sangat ketat, sehingga peluang diterima semakin kecil. Pada tayangan ke-2 disajikan ilmu TPHP: siapa yang sudah kenal ilmu ini? Saya yakin duikiiiit banget; padahal prospek karir lulusannya - apalagi lulusan UGM - sangat cerah. Nah, untuk mendukung tercapainya maksud itu, tgl 1 April yg lalu saya sudah mengirimkan surat (+ lampiran jadwal tayangan lengkap) ke semua SMA di DIY yang jumlahnya hampir 300.
Terima kasih & sukses untuk semua.
Suryo Baskoro.
Makasih banyak mas Suryo.
Maaf Jumat besok nggak bisa ikut siaran karena masih di Banda Aceh.
Selamat bersiap-siap untuk Mas Suryo dan tim dari UGM yang akan ke Sidney mempromosikan UGM minggu depan. Semoga sukses semua misi disana.
Salam.
Saat ini kami baru mulai mengelolah sebuah Tv komunitas di lingkup Fakultas salah satu PTN
Mas Haris…maaf kayaknya info ini terpotong, belum lengkap. Bisa dikirim ulang? Pasti menarik nih ada tv komunitas di lingkungan kampus yang dikelola atau didukung stasiun tv besar.
Dear mb Ninda,
g nyangka, pagi2 tadi berniat memulai “pekerjaan pengakhir kuliah yang tidak mudah” (alias skripsi) dengan membuka laptop di UPT 1 UGM.
ya, saat ini saya sedang duduk di semester 7 jur.Ilmu Komunikasi UGM. sedang ingin memulai skripsi tentang JogjaTv. tau2 deretan google yg ku klik memunculkan web mb ninda..
baru ketauan kalo ini presenternya mas Bagus.. em2.. lirik kanan kiri, e, ada bisik2 remaja! jadi inget, waktu SMA dulu (saya kbetulan nyemplung di SMA3 Yogya) mb ninda sempet roadshow ke sekolah kami. bukunya warna kuning n bergambar kartun kan?
wah2.. baru aku nyadar kalo web yg sdg kulihat ini adalah web orang hebat..
lalu2.. semakin ngulik2 ke dalam, aku menemukan “UGM Berkomunikasi”! wuah.. kaget betul! sgb anak komm UGM kok baru sekarang aku tau ya??? dudu.. gapteknya aku.. (gaptek?)
g munafik y, mungkin memang jogja tv g banyak dilihat oleh kalangan mahasiswa.. aku jyga bingung ni mikirin ini. apa emg segmennya g bisa masuk y? tapi kan dgn adanya acara ini, stidaknya, anak2 ugm nonton juga… kecuali, jika emg acara ini bener2 pyur mo mbangun citra ke luar..
anyway, bagaimanapun, salut bwat smua yg mendukung terwujudnya acara ini…
P.S. Pak Suryo, apa sebaiknya kita bikin tv sendiri? ITB n UI kan sudah punya. apalagi yang tadi disebut mas Haris, wah.. UGM jangan mau kalah dong.
P.S. mb Ninda, produser acara ini siapa sih?
Trimakasih semuanya..
Hai Dewi…seneng banget ketemu di sini.
Iya betul, tahun 2004 saya sempet roadshow ke SMA 3 juga. Waaah seneng banget buku Bisik-bisik Remaja masih diinget.
Produser UGM Berkomunikasi adalah mas Henry. Kenal juga kan?
Pertanyaan2 lain biar dijawab Mas Suryo Baskoro sang Humas ya
Sekali lagi makasih banget. Semoga skripsinya lancar2 saja.