Yayasan Asma Indonesia (YAI)

Keterlibatan saya di Yayasan Asma Indonesia wilayah DIY bermula dari keprihatinan akan banyaknya penyandang asma yang saya temui, dan pengalaman saya sendiri. Ya, saya menyandang asma sejak kecil. Tapi justru itu yang membuat saya ingin memotivasi sesama penyandang asma untuk dapat “hidup bahagia dengan asma”. Kenapa tidak? Saya adalah contoh yang relevan karena saya tetap dapat beraktivitas dengan baik, sepanjang saya tahu bagaimana mengendalikan asma, sehingga tidak mengganggu kegiatan-kegiatan saya. Intinya adalah mengenali diri sendiri, dan hal-hal yang dapat memicu serangan asma. Kalau hal-hal itu dapat dihindari, diharapkan hidup akan lebih nyaman dan produktif.

Kadang memang kita tidak dapat mengelak serangan yang muncul, mungkin karena kecapekan atau adanya alergen yang memicu serangan seperti debu, asap rokok, dll. Tapi semoga dengan pemahaman yang benar tentang asma dan penanganannya, dengan support dari keluarga dan teman-teman (Club-club Asma didirikan antara lain sebagai ajang sosialisasi para penyandang asma dan keluarganya), serta rutin kontrol ke dokter, maka kualitas hidup para penyandang asma akan meningkat.

Nah, bersama dokter Hadiprajitno dan beberapa dokter spesialis paru lainnya, saya terlibat dalam pembentukan formatur pengurus Yayasan Asma Indonesia wilayah DIY. Kepengurusan pertama dilantik pada Oktober 1997 oleh Ketua YAI Pusat, dan saya membantu di bagian Humas sampai periode 2001.

Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan YAI Wilayah DIY misalnya senam asma tiap minggu pagi, lomba senam asma antar Club Asma (lokal maupun nasional), seminar-seminar, dan sosialisasi di media cetak maupun elektronik. Saya dan teman-teman pengurus juga mengikuti kegiatan YAI Pusat misalnya Musyawarah Nasional ke-3 YAI di Jakarta 2006 lalu, dilanjutkan dengan senam asma bersama seluruh Club Asma se-Jabodetabek di arena PRJ, Kemayoran Jakarta.

Belum banyak yang saya lakukan untuk YAI dan para penyandang asma. Namun semoga perjuangan kita bersama untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas, menyumbangkan sesuatu untuk bangsa Indonesia yang lebih sehat.

Bukankah tidak ada langkah ke-100 tanpa diawali dengan langkah pertama…..?

prj-1.jpg

YAI

YAI

YAI

Ada 5 komentar : “Yayasan Asma Indonesia (YAI)”

  1. maaf, komentarnya banyak tanya….(sebelum menjawab semoga masih teringat saya….he..he…)
    saya mau tanya alamat kantor sekretariat YAI DIY di mana mbak?
    senang tanaman seperti bunga sepatu dan anggrek juga mengurangi resiko kambuhnya asma?
    kalau rutin kontrol ke dokter, kira2 boros nggak mbak?

  2. Halo mas Sulis, semoga sehat ya.

    Alamat Sekretariat YAI DIY di RS Bethesda, Jl.Jend.Sudirman Yogyakarta. Silahkan hubungi mbak Rini (Humas) untuk informasi kegiatan2 YAI. Saya nggak lagi di kepengurusan mas, hanya membantu sedikit2 kalau diperlukan.

    Soal hobby tanaman, saya nggak tahu persis hubungannya dengan asma. Tapi mungkin saja, bagi sebagian orang, kegiatan itu membantu mengurangi frekuensi kambuhnya asma. Seorang kenalan saya pernah cerita bahwa semua kegelisahan, kemarahan, atau kekecewaan bisa hilang saat dia merawat tanaman2nya. Nah, karena pencetus kambuhnya asma bisa terjadi karena faktor psikis, maka memang logis kalau hobby ini bisa membantu mengurangi frekuensi kambuhnya asma.

    Soal rutin kontrol ke dokter saya rasa memang diperlukan, daripada terlanjur sakit kan biayanya malah lebih besar. Dengan kontrol, bisa diketahui kapasitas paru-paru dan kesehatan saluran pernafasan kita. Kalau memang nggak sedang kambuh kan kita nggak perlu beli obat apapun.

    Dulu (kira-kira tahun 84-90an), saat asma saya sering kambuh, saya memang harus sering ke dokter, dan mendapatkan obat yang makin lama makin dikurangi seiring jarangnya frekuensi kambuh.

    Lima tahun terakhir frekuensinya sangaaaat jarang (turbuhaler isi 60 dosis belum habis dalam satu tahun), saya bersyukur sekali. Saluran pernafasan saya nggak terlalu sensitif lagi meskipun sedang flu atau radang tenggorokan. Tapi saya tetap harus hati-hati dan menjaga stamina tubuh.

    Tetap sehat ya mas. Salam

  3. Saya rekomendasikan agar penderita asma minum Transfer Factor.

    SEJARAH PENEMUAN TRANSFER FACTOR
    Dr H. Sherwood Lawrence, saat meneliti penyakit TB (Tuberculosis) menemukan “MOLEKUL INFORMASI” yang terkandung di dalam sel darah putih manusia (sistem imun). Beliau dapati molekul tersebut dapat dipindah dari satu orang kepada orang yang lain dan dapat memberikan penerimanya “KEKEBALAN” dari penyakit tersebut. Beliau menamakan molekul tersebut “Transfer Factor” (TF). Kajian selanjutnya membuktikan Transfer Factor juga terkandung di dalam kolostrum (susu awal) dan kuning telur.
    Selama 50 tahun sejak penemuan Transfer Factor, para saintis dan para doktor dari lebih 60 negara telah menjalankan kajian keatasnya. Lebih dari 3,500 laporan kajian saintifik telah di terbitkan dan lebih dari US$40 juta telah dibelanjakan atas kajian2 tersebut. Proses pengekstraksi Transfer Factor dari kolostrum sapi & kuning telur ayam telah di PATENT oleh 4Life Research.

    APA ITU TRANSFER FACTOR?
    TF BUKAN Vitamin, Mineral, Herbal, Enzym, Hormonal, Steroid, Kolostrum, ataupun obat
    Transfer Factor adalah “Molekul Pendidik Sistem Imun” (Immune IQ). 1 kapsul TF (200mg) berpotensi MENGENALI lebih dari 200,000 jenis kuman, virus, jamur, parasit, bakteri dsb. Informasi IQ yang terkandung di dalam TF merangsang TENTARA² sistem imun untuk MENYERANG segala musuh²nya, sel-sel “rusak” & juga sel² kanker.

    TF di ekstrak daripada kolostrum (susu awal lembu) dan kuning telor tetapi tidak mengandung antibodi hewan seperti yang terdapat di dalam kolostrum (lembu). Oleh karena itu, TF tidak memberi efek allergi kepada pengguna.
    Kekuatan 1 kapsul TF sama seperti 75-100 kapsul kolostrum dalam fungsi peningkatan daya imun. TF tidak ada kadar racun, tidak ada efek samping dan aman untuk semua umur termasuk orang & bayi.

    untk info lbh lanjut hub saya di : 081510002869

  4. mba ninda, mau tanya nih, YAI DIY dimana ya?apa sekarang kegiatan senam asma masih rutin dilakukan?saya mahasiswa kedokteran UMY tahun ke-4, mau buat KTI tentang senam asma, jadi mau tahu peserta senam asma yang ada di YAI DIY. terimakasih

  5. Wahyu, sekretariat YAI DIY masih di RS Bethesda, Jln Jend.Sudirman Yogyakarta. Kegiatan senam kelihatannya masih rutin dilaksanakan di halaman RS Bethesda tiap Minggu mulai jam 6 pagi, tapi mungkin agak jarang di musim hujan ini. Untuk jelasnya bisa menghubungi Mbak Rini di bagian Humas RS Bethesda.

    Selain di Bethesda, beberapa club Asma juga mengadakan senam asma di lokasi-lokasi lain. Tapi maaf saya nggak punya informasi lebih detil. Coba besok saya tanyakan lagi ke beberapa teman ya.

Komentar